• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

OJK Sebut Industri Jasa Keuangan se-Sumbagsel Baik

21 February
11:54 2020

KBRN, Yogyakarta : Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 7 Sumatera Selatan (Sumbagsel) merilis perkembangan data terakhir industri jasa keuangan Sumsel, Lampung, Jambi, Bengkulu dan Kepulauan Bangka Belitung, dinilai baik.

Dimana asset tumbuh 3,85 persen (yoy), DPK 5,12 persen (yoy) dan kredit/pembiayaan 4,06 persen (yoy).

Sedangkan kinerja perkreditan terjaga baik pada rasio NPL sebesar 2,87 persen. Sementara fungsi intermediasi sangat optimal yaitu, 110,15 persen.

"Khusus Bengkulu dalam nilai triliun, total asset perbankan 23,05 dengan tumbuh (yoy) 8,63 persen, dan market share 0,26 persen. Untuk dana pihak ketiga 12,53 tumbuh (yoy) -2,42 persen dan market share 0,21 persen. Lalu kredit/pembiayaan 20,95 dengan tumbuh (yoy) 7,38 persen dan market share 0,37 persen. Kemudian persen NPL 1,71 persen dengan tumbuh (yoy) -0,29 persen, sertaz fungsi intermediasi (persen LDR) 167,17 persen dengan tumbuh 15,26 persen," ungkap Kepala OJK Regional 7 Sumbagsel Untung Nugroho, dalam paparannya dihadapan sejumlah media massa se Sumbagsel.

Dikatakan, dari jumlah Lembaga Jasa Keuangan (LJK) se Sumbagsel Babel pada akhur tahun 2019 tercatat 128 entitas yagng berkantor pusat di daerah.

Lalu jaringan kantor seluruhnya sebanyak 3.863 kantor, tersebar di 5 provinsi terdiri dari perbankan 2.481 kantor, IKNB 1.200 kantor dan pasar modal 182 kantor, untuk market share perbankan syariah se-Sumbagsel Babel sebesar 7,8 persen pada tahun 2019, lebih tinggi dibandingkan nasional 6,2 persen.

Selain itu untuk kinerja Industri Keuangan Non Bank (IKNB) se-Sumbagsel Babel tahun 2019 juga dinilai baik. Dimana total aset dana pensiun tumbuh 10,58 persen (yoy), jumlah piutang pembiayaan 4,78 persen (yoy) debgan persen NPF sebesar 1,96 persen.

Sedangkan usaha perasuransian premi menurun sebesar 29,08 persen (yoy), namun jumlah klaim meningkat 28,59 persen (yoy).

"Khusus Bengkulu dalam nilai triliun, dana pensiun 0,08 dengan tumbuh (yoy) 5,29 persen dan market share 0,03 persen. Lalu perusahaan pembiayaan piutang 2,05 dengan -3,46 persen (yoy) dan market share 0,44 persen, Persen NPF 2,47 persen dengan tumbuh -0,10 persen. Kemudian usaha perasuransian, premi 0,24 dengan tumbuh -30,53 persen (yoy), market share 0,13 persen. Selanjutnya klaim 0,14 dengan tumbuh -18,65 persen (yoy) dan market share 0,08 persen. Ini untuk posisi triwulan III tahun 2019," terangnya.

Lebih lanjut ditambahkan, kinerja industri pasar modal se Sumbagsel-Babel tahun 2019 dinilai baik.

Hal itu dicermin dari meningkatnya jumlah investor dipasar modal, yaitu secara keseluruhan tumbuh 80,93 persen, menjadi 119.966 rekening SID. Artinya, nilai transaksi saham tumbuh 36,65 persen (yoy). Sedangkan transaksi reksadana sedikit menurun 21,29 0 persen (yoy).

"Transaksi pertriliun,  saham khusus di Bengkulu per November 2019 lalu sebedar 0,08 dengan tumbuh 206,45 persen (yoy), market share 0,03 persen. Lalu reksadana 0,00 persen (yoy) dengan tumbuh 2,61 persen dan market share 0,00 persen. Sementara Single Idenfication investor/ SID (rekening) 9.824," demikian Untung.

00:00:00 / 00:00:00