• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Politik

Gus Nabil: Santri Putri bisa Jadi Pemimpin Nasional

9 October
02:01 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta: Ketua Umum Pagar Nusa, Muchamad Nabil Haroen, yang akrab disapa Gus Nabil menilai PDI Perjuangan sebagai satu-satunya partai yang berhasil mencatat sejarah menjadikan perempuan sebagai pemimpin bangsa.

Hal ini ditegaskan Gus Nabil pada acara Silaturahmi PDI Perjuangan dengan Santri Al Tsaqafah di Ponpes Al Tsaqasah di Jalan M Kahfi I, Jagakarsa  Selasa malam (8/9/2019).

Pada acara ini hadir Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, Pengasuh Pesantren Al Tsaqafah, KH Said Aqil Siroj, pengurus PBNU dan sejumlah fungsionaris PDI Perjuangan dari berbagai daerah. Hadir juga anggota DPR RI dari PDI Perjuangan Nasyirul Falah dan Paryono.

Acara ini dihadiri ratusan santri dan santriwati Al Tsaqafah. Animo mereka sangat besar untuk menghadiri acara ini.

"PDI Perjuangan  telah mencatat sejarah memperjuangkan seorang perempuan menjadikan presiden untuk pertama kali yaitu Ibu Megawati Soekarnoputri," kata Gus Nabil yang juga anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan ini.

Tak hanya sukses menjadikan Ibu Megawati menjadi presiden, Gus Nabil juga menyebut PDI Perjuangan sebagai partai yang berhasil memecahkan telur di Senayan untuk pertama kali dengan menjadikan kembali politisi perempuan terbaiknya, Puan Maharani sebagai Ketua DPR.

"PDI Perjuangan kembali mencatat sejarah sukses menjadikan Mbak Puan menjadi orang nomor satu yang memimpin DPR," katanya.

Gus Nabil kemudian menanyakan kembali nama Ketua DPR  kepada para santri. Dengan serempak mereka menjawab "Mbak Puan Maharani".

Melihat sejarah yang diukir PDI Perjuangan tersebut  Gus Nabil mengajak para santri, khususnya santri perempuan untuk tidak perlu  khawatir lagi  menjadi pemimpin masa depan.

"Ibu Megawati dan Mbak Puan sebagai bukti kalau kaum perempuan bisa menjadi pemimpin. Jadi para santri putri jangan berhenti bermimpi untuk menjadi presiden maupun Ketua DPR RI," pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00