• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Tanggap Bencana

Jabodetabek Diguyur Hujan, Katanya Ada Bencana dan Rejeki Juga

9 October
11:46 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Hujan dinantikan warga Jakarta. Akan tetapi, ketika datang, ternyata berpotensi membawa bencana. Namun tetap ada yang disyukuri dari hal itu, karena katanya ada bencana dan ada pula rejekinya. Benarkah?

Walau hanya lebih kurang satu jam saja, akan tetapi wilayah Jabodetabek rata diguyur hujan dalam beragam intensitas pada Selasa malam, 8 Oktober 2019 kemarin.

Akibat hujan, sampah langsung menumpuk di pintu air Manggarai Jakarta Pusat. Sampah-sampah rumah tangga tersebut terbawa aliran sungai yang mulai meluap akibat bertambahnya debit air saat hujan. Diduga kuat, sampah-sampah itu tadinya mengendap lama di beberapa titik akibat kekurangan debit air untuk membawanya ke pintu air Manggarai. Setelah diguyur hujan, barulah nampak keadaan sebenarnya.

Akun Twitter resmi BPBD DKI Jakarta, @BPBDJakarta menginformasikan, sampah yang datang menumpuk di pintu air Manggarai merupakan limpahan kenaikan debit air Katulampa Bogor dan Depok.

"Pantauan CCTV Penanganan Pembersihan Sampah limpahan Kenaikan Pintu Air Katulampa dan Depok di Pintu Air Manggarai, Pegangsaan, Jakarta Pusat," demikian ditulis BPBD DKI Jakarta, Rabu (9/10/2019).

Upaya pembersihan dan pengangkatan sampah langsung dilakukan Dinas SDA DKI Jakarta bersama UPK Badan Air dengan menurunkan sejumlah alat berat sejak Rabu dini hari.

BPBD lantas menginformasikan juga, bahwa berdasarkan naik-turun debit air, di Pos Pemantauan Depok, status dinilai layak dikenakan Siaga II. Sementara untuk Status pintu air Katulampa Bogor, dikenakan Siaga III, artinya semua warga di bantaran Sungai Ciliwung dan masyarakat Jakarta harus waspada akan banjir kiriman.

BACA JUGA: Jakarta Hujan Deras, Resto Cepat Saji di Ciracas Ramai Jadi Tempat Berteduh

Dengan Tinggi Muka Air (TMA) Bendung Katulampa 150 cm pada pukul 18.30 WIB sejak Selasa, 8 Oktober 2019 kemarin, diperkirakan air segera tiba di beberapa titik Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung seperti Srengseng Sawah, Pejaten Timur, sampai Rawa Jati, sambil terus mengintai untuk masuk ke wilayah lain seperti Bale Kambang, Pengadegan, Cikoko, Cawang, Kebon Baru, Bukit Duri, Bidara Cina dan Kampung Melayu.

Sementara itu, alat berat tiang pancang proyek Kampus UIII terpantau roboh di Jalan Raya Bogor, Depok, Jawa Barat, Rabu (9/10/2019).

Alat berat setinggi 30 meter itu jatuh ke Jalan Raya Bogor mengarah ke Jakarta akibat derasnya aliran sungai yang mulai bertambah debit airnya.

Pada bagian lain, seperti diberitakan RRI sebelumnya, akibat hujan yang mengguyur wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya Selasa, 8 Oktober 2019 malam, beberapa daerah terpantau mengalami hujan disertai petir yang menyambar-nyambar.

Terutama wilayah Jakarta Timur, contohnya Ciracas, diguyur hujan serta petir menggelegar sejak pukul 19.45 WIB.

Suasana jalan raya juga berubah tidak seperti biasanya, karena para pengguna sepeda motor langsung menepi untuk mencari tempat berteduh. Alhasil, restoran cepat saji sampai warung makan pinggir jalan menjadi sasaran pemotor untuk berteduh.
Positifnya, selain berteduh, warga menggunakan kesempatan itu juga untuk makan malam. Positifnya, warung makanan pinggir jalan dan restoran cepat saji jadi banjir pembeli di malam hari. Kalau begitu, ada bencana, ada pula rejeki.

Rasa senang malah diungkapkan pasangan suami isteri (Pasutri) Suci dan Iskandar warga Cimanggis, yang memutuskan untuk berteduh di sebuah resto cepat saji kawasan Ciracas.

”Hujannya deras tiba-tiba. Kami nggak bawa jas hujan, jadinya neduh sambil makan saja di sini,” kata Suci kepada RRI, Selasa (8/10/2019) malam.

Meski harus menepi dan pulang kemalaman, Iskandar mengaku senang karena Jakarta akhirnya diguyur hujan setelah sekian lama terdampak kemarau yang mengakibatkan udara terasa panas sejak pagi sampai malam.

Terpantau di resto cepat saji tersebut, penuh oleh para pemotor yang berteduh bersama keluarga, teman, pasangan, atau anak-anak. Lantai 1 dan 2 resto pun tidak ada kursi yang kosong.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00