• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

KPK Tetapkan Heri Tatan Summaryana Tersangka Baru Kasus Dugaan Suap Mantan Bupati Subang

9 October
21:21 2019
1 Votes (5)

KBRN, Jakarta : Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menetapkan tersangka baru kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) yang menjerat  Ojang Sohandi, mantan Bupati Subang, Jawa Barat. Tersangka baru tersebut adalah Heri Tatan Summaryana, Kepala Bidang Pengadaan dan Pengembangan Badan Kepegawaian Daerah Subang.

"Dalam perkembangan proses penyidikan dan mengamati fakta persidangan dengan terdakwa Ojang Sohandi, Bupati Subang, KPK menemukan bukti permulaan yang cukup peran pihak lain yang diduga bersama-sama Bupati menerima gratifikasi yang berhubungan dengan jabatannya dan yang berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya di Pemerintah Kabupaten Subang tahun 2013-tahun 2018," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di Gedung KPK Jakarta, Rabu (9/10/2019).

Febri mengatakan kasus ini berawal dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh KPK pada 16 April 2016. Dalam OTT tersebut, KPK menetapkan 5 tersangka terdiri Bupati nonaktif Subang Ojang Sohandi, unsur jaksa hingga pejabat Dinas Kesehatan Pemkab Subang. Kelima tersangka itu kini sudah divonis oleh Pengadilan Tipikor Bandung.

Menurut Febri, tersangka Heri diduga bersama-sama Ojang Sohandi diduga menerima gratifikasi berhubungan dengan jabatannya. Total gratifikasi yang diduga diterima senilai Rp 9,64 miliar.

"HTS (Heri Tatan Sumaryana) diduga secara bersama-sama dengan Ojang Sohandi, Bupati Subang periode 2013-2018 menerima gratifikasi yang berhubungan dengan jabatan dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya sejumlah Rp 9.645.000.000," kata Febri kepada wartawan di Jakarta. 

Febri menjelaskan dugaan gratifikasi Heri dan Ojang itu diterima dari pungutan dalam pengangkatan calon pegawai negeri sipil daerah di Pemkab Subang di tahun 2014-2015. Febri menyebut Heri Tantan diduga mengumpulkan uang pungutan itu sejak April 2015.

KPK menduga sebagian dari uang yang diterima, digunakan untuk kepentingan Heri Tantan sendiri. Kemudian sebagai uang senilai Rp 1,65 miliar diberikan kepada Ojang Sohandi.

“Dan sebagian digunakan untuk pembelian aset 2 bidang tanah di Kelurahan Cigadung Kecamatan Cibeunying Kaler senilai Rp 2,44 miliar," pungkas Febri Diansyah.

Heri Tantan disangkakan melanggar Pasal 12 B UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00