• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Upaya Soft Approach, Empat Pelaku Bom Medan Menyerahkan Diri

18 November
16:29 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Empat dari 23 pelaku yang terkait aksi bom di Mapolresta Medan menyerahkan diri pada pihak berwajib. Keempatnya berinisial W alias Yunus, DS, IF, dan DS alias Hendro.

“Yang menyerahkan diri ada empat orang. Ini merupakan upaya soft approach yang dilakukan pihak Densus 88, bersama Polda dan juga melibatkan tokoh masyarakat. Sehingga keempat tersebut dengan penuh kesadaran menyerahkan diri ke pihak keamanan,” kata Karopenmas Divhumas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo, dalam jumpa pers di Mabes Polri, Senin (18/11/2019).

Untuk itu, Dedi Prasetyo berterimakasih pada seluruh komponen masyarakat yang ikut membantu menyadarkan keempat pelaku tersebut, sehingga dapat kembali dan meningalkan kelompok yang berpaham radikal ekstrim.

“Keempatnya juga sudah melakukan latihan di Gunung Sibayak,” ujarnya.

Baca juga : 23 Orang Ditahan di Mapolda Sumut Terkait Bom Medan

Memang, kata Dedi, dalam upaya pencegahan, Polri tidak bekerja sendiri. Sebelumnya, untuk menuntaskan paham radikalisme, kemarin Pam Wapres sudah memilih langsung seluruh stakeholders yang terlibat dalam penanganan Deradikalisme.

“Penanganan Deradikalisme akan membuat suatu konsep yang lebih membumi. Artinya bahwa BNPT itu sebagai unsur utama melakukan upaya-upaya Deradikalisme dibantu dengan TNI-Polri dan Kemenag, maupun organisasi-organisasi keagamaan lainnya. Ini harus bersama-sama bersinerji, agar jangan sampai sebaran paparan radikalisme yang ekstrim meluas,” ungkapnya.

Baca juga : Bom Medan, 23 Pelaku Diamankan Dua Diantaranya Tewas

Sebelumnya, sejauh ini Polisi telah menangkap 23 orang pelaku yang diduga terlibat dalam aksi tersebut. Dua orang diantaranya tewas, karena melakukan perlawanan. Dua orang itu merupakan pengumpul dan peracik bahan peledak. Hingga kini, polisi masih melakukan pemeriksaan dan pendalaman terhadap pelaku.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00