• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Feature

Luar Biasa, Dokter Ini Pangkas Biaya Operasi Mata Lewat Inovasi Baru

11 February
21:47 2020

KBRN, Yogyakarta : Melihat kondisi mayoritas pasien mata Indonesia yang terkendala biaya pengobatan, dr Waldensius Girsang, seorang dokter spesialis mata di Jakarta Eye Center (JEC), berhasil melakukan terobosan baru untuk penderita penglihatan ablasio retina. Lewat metode baru operasi retinektomi relaksasi radial, dokter mata kelahiran Medan Sumatera Utara itu berhasil mengurangi resiko kebutaan atau hilangnya penglihatan hanya dengan satu kali operasi.

Usai dikukuhkan dengan gelar Doktor pada sidang disertasi dan sekaligus pengukuhan gelar, Senin (3/2/2020) pekan kemarin, Waldensius Girsang memaparkan operasi retinektomi yang dilakukan secara radial lebih efektif jika dibandingkan operasi serupa dengan irisan melingkar atau sirkumferensial dari retina.

Menarinya, Waldensius Girsang mengungkapkan, inovasi yang dilakukannya terinspirasi dari kondisi sebagian penderita ablasio retina di Tanah Air yang kerap memeriksakan penyakit tersebut saat pasien mendekati kebutaan total.

“Jika di luar negeri, penderita ablasio retina datang ketika mereka sudah mulai merasakan gejala, tapi di sini, karena kondisi ekonomi masyarakat kita, pasien datang ketika sudah hampir tidak bisa melihat lagi,” ujarnya kepada media di Ruang Sidang Auditorium Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gajah Mada (UGM).

Penyakit ablasio retina adalah kondisi lepasnya retina dari jaringan belakang bola mata. Kondisi ini harus segera ditangani untuk mempertahankan fungsi penglihatan dan mencegah kebutaan. Vitreoretinopati proliferatif (proliferative vitreoretinopathy atau PVR) adalah kondisi yang muncul akibat lepasnya retina karena robekan atau lubang di retina (ablasio retina rhegmatogen).

Kondisi ini akan mengurangi tingkat keberhasilan operasi penempelan retina. Penanganan ablasio retina rhegmatogen yang disertai PVR umumnya dilakukan dengan operasi menggunakan minyak silikon.

“Nah, untuk operasi model lama harus dua kali. Pertama, kita melakukan operasi ablasio retina dan penempelan retina, setelah itu, untuk menjaga kondisi retina, kita harus masukkan bantalan silikon. Untuk orang yang kaya, tidak masalah, tapi kalau untuk pasien tidak mampu, harus menambah lagi Rp 15 juta sampai Rp 20 juta,” tuturnya.

Diminati banyak negara

Kondisi itu yang membuat dokter Waldensius Girsang mengangkat permasalahan ini sebagai topik disertasinya dan mengembangkan metode atau teknik baru retinektomi relaksasi radial sebagai teknik bedah yang sangat membantu dalam kasus ablasio retina dengan PVR tingkat lanjut. Menggunakan metode retinektomi relaksasi radial, operasi penempelan retina dapat dilakukan dengan tamponade gas yang sebelumnya menggunakan minyak silikon.

“Dengan cara retinektomi relaksasi radial, kami hanya melakukan satu kali operasi, dan tidak perlu silikon lagi. Tingkat keberhasilannya pun di atas 90 persen. Selain itu, ini menekan biaya, apalagi untuk pasien tidak mampu,” ujar dokter yang mengambol spesialis vitreoretinal dan katarak di JEC itu.

Pemantauan pasien pun dilakukan selama enam bulan pascaoperasi agar lama pengamatan hasil operasi menunjukkan hasil yang cukup mewakili keadaan praktik sehari-hari. Dari pemantauan tersebut, metode retinektomi relaksasi radial dengan tamponade gas ini mendapatkan angka keberhasilan yang memuaskan, baik secara anatomis maupun fungsional serta efek samping yang relatif rendah.

“Saya sudah berbicara (metode) ini di Portugal, Italia, Belanda, Jerman dan Swedia serta masih banyak lagi. Mereka tertarik dengan metode ini karena metode baru. Mereka ingin mengundang saya lagi untuk berbicara, tapi saya ingin selesaikan dulu disertasi saya di UGM. Saya takut, metode ini bisa diambil orang jika dipaparkan secara luas,” tuturnya sembari tersenyum.

Dengan membuat terobosan baru yang bisa memangkas dua kali operasi ablasio retina, tim penguji disertasi dr Waldensius Girsang juga menyatakan pujian mereka. Dr dr Dwi Cahyani Ratna Sari MKes, selaku ketua penguji yang sekaligus promotor Waldensius Girsang, menyebutkan apa yang dilakukan Waldensius benar-benar brilian.

“Penemuan dari penelitian yang dikemukakan oleh dr Waldensius Girsang ini merupakan sesuatu yang luar biasa, membuahkan hasil yang luar biasa. Suatu metode baru, terobosan baru, penuh dengan keberanian, penuh dengan resiko tapi berani. Dengan perhitungan yang sangat jeli untuk mengembangkan suatu teknik atau metode retinektomi relakasasi radial,” tuturnya. 

00:00:00 / 00:00:00