• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sigap Polri

Lombok Ada Pelangsir dan Kurir Narkoba, Tapi Dua-duanya Pasti Ditangkap Polisi

25 February
15:55 2020

KBRN, Mataram : Satresnarkoba Polresta Mataram terus memberantas jaringan peredaran narkoba di Lingkungan Karang Bagu, Kelurahan Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram, yang selama ini menjaring sarang peredaran narkoba.

Seorang pria yang diduga pengedar narkotika jenis sabu kembali diringkus. Pelaku berinisial SU (49) warga Karang Bagu, Kota Mataram.

Kasat Resnarkoba Polresta Mataram, AKP Kadek Adi Budi Astawa, Selasa (25/2/2020), dalam keterangan pers, menyatakan pelaku diduga sebagai orang suruhan (pelangsir) pengedar sabu di wilayah itu.

Pria ini sehari-harinya berprofesi sebagai tukang ojek. 

"SU masih dalam proses pemeriksaan setelah kami berhasil menangkapnya,’’ terang Kasat Narkoba Polresta Mataram, AKP Kadek Adi Budi Astawa.

Pelaku disebut sebagai pelangsir sabu di Karang Bagu. Dalam praktiknya, pelaku menerima order dan uang dari seseorang untuk membeli sabu di Karang Bagu. Selanjutnya, sabu yang dibeli akan dijual lagi kepada orang lain. Dan perlu diketahui, Pelangsir itu beda dengan Kurir, karena Pelangsir hanya suruhan saja. 

Penangkapan SU cukup rumit. Petugas harus berusaha keras, karena terjadi aksi kejar-kejaran dengan pelaku. SU melarikan diri saat mengetahui kedatangan petugas.

Namun tubuh tambunnya tidak kuasa mengimbangi gesitnya kejaran petugas. Ia pun tertangkap di Gang Kubur Karang Bagu, 21 Pebruari 2020, sekitar pukul 01.30 dini hari.

‘’Karena tubuhnya gemuk, pelaku tak kuat lari bahkan sampai terjatuh saat kita kejar,’’ kata Kadek.

Usai ditangkap, petugas melakukan pengeledahan badan dan mendapatkan dua paket kristal bening yang diduga sabu, masing-masing seberat 0,34 gram.

Sehingga total sabu yang ditemukan petugas 0,68 gram. Selain itu, juga ditemukan uang Rp 300 ribu yang diduga hasil transaksi sabu, langsung diamankan sebagai barang bukti. 

‘’Lengkap dengan barang buktinya kita temukan,’’ paparnya.

Hasil interogasi petugas, kuat dugaan pelaku juga sebagai pengguna aktif narkoba. Modusnya, kerap membelikan sabu untuk orang lain. Ia selalu mengambil posisi atau menunggu di Gang Kubur Karang Bagu.

"Keuntungannya Rp 100 ribu setiap membelikan sabu. Pengakuannya baru empat kali. Itu pengakuannya dan masih akan kita kembangkan,’’ tegas Kadek.

Perbuatan pelaku terancam dikenakan Pasal 114, pasal 112 dan pasal 127 Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman minimal 4 tahun penjara.

00:00:00 / 00:00:00