• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Ayah dan Ibu Pisah Rumah, Tiga Kakak Beradik Tak Terurus Makan Sabun

26 February
18:20 2020

KBRN, Medan : Tiga orang kakak beradik di Desa Muara Tais 2, Kecamatan Angkola Muara Tais, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) Sumatera Utara (Sumut), memiliki kebiasaan mengonsumsi sabun. 

Ketiga orang kakak beradik tersebut adalah  N (10), J (8) dan A (4), kerap memakan sabun bersama-sama.

Kebiasaan aneh yang dilakukan A yang juga adik terkecil, mengalami sakit dan dilarikan ke puskesmas oleh pihak Kecamatan Muara Tais 2, pada Rabu (19/2/2020) lalu. Selain itu N dan J juga diperiksa kesehatannya. 

"A sakit karena ususnya kecil, masih balita, masuk bahan kimia dia makan sabun, gak tahan usus itu, akhirnya dia (A) drop," ujar Camat Angkola Muara Tais Fadli Harahap, Rabu (26/2/2020).

Setelah diselidiki, kata Fadli, ternyata ke tiga kakak beradik  itu memakan sabun karena tidak adanya pengawasan orang tua. 

Kedua orang tua mereka berpisah sejak beberapa tahun lalu, akibatnya mereka tidak terurus. Kata Fadli, ayah mereka mengalami stres sedangkan sang ibu pergi tidak ada kabar.

"Kontrol orang tuanya kurang, lalu si kakak ngajarin adiknya makan sabun. Akhirnya fisik adiknya lemah itu jadi sakit," ujar Fadli.

Selama ini, kata Fadli, ketiga kakak beradik itu hidup dari bantuan keluarga dan tetangganya.

"Orangt  tuanya dibilang gak cerai tapi sudah beberapa tahun pisah, artinya kalau cerai ada putusan pengadilan. Tapi keduanya sudah tidak bersama lagi. Dapat kabar simpang siur katanya, ibunya sudah kawin lagi," ujar Fadli.  

Saat ini kata Fadli, kondisi A yang sempat drop sudah mulai membaik, berat badanya juga bertambah, setelah pada Senin (24/2) pihak kecamatan kembali memeriksakan kesehatannya di puskesmas.

"Senin kemarin kita check up, Alhamdulillah naik berat badanya. Kemarin Rabu 10.09 kg, Senin kemarin kita cek 11,04 kg," ujar Fadli.

Untuk mengantisipasi supaya ketiga kakak beradik itu tidak makan sabun, pihak keluarga dan Kecamatan sepakat, tiga anak itu dititipkan ke panti asuhan untuk sementara waktu.

"Langkah ke depan karena kita tengok keluarganya kurang representatif, tadi pagi kita juga rapat sama keluarganya sepakat mereka dititipkan sementara ke panti asuhan, agar lebih  terkontrol," ujar Fadli.

  • Tentang Penulis

    Joko SA

    System Admin RRI Medan<br />

  • Tentang Editor

    Miechell Octovy Koagouw

    Miechell Octovy Koagouw Editor RRI

00:00:00 / 00:00:00