• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

KPK Panggil Kalapas Kembangkuning dalam Kasus Suap di Lapas Sukamismin

27 February
11:16 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini memanggil Kepala Lapas Kembang Kuning, yaitu Unggul Widyo Saputro sebagai saksi dalam kasus dugaan suap Kalapas Sukamiskin tersangka Wahid Husein.

Plt jubir penindakan KPK Ali Fikri mengatakan, pemanggilan Kalapas Kembangkuning untuk tersangka Wahid Husein.

"Yang bersangkutan (Unggul Widyo Saputro) dipanggil KPK sebagai saksi untuk tersangka WH (Wahid Husein)," kata Ali di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, Kamis (27/02/2020).

KPK telah menetapkan lima tersangka baru dalam kasus dugaan suap terkait pemberian fasilitas di Lapas Sukamiskin. Penetapan para tersangka itu dilakukan dari hasil pengembangan OTT terhadap eks Kalapas Sukamiskin Wahid Husein pada 2018.

Kelima tersangka ini, yaitu mantan Kalapas Sukamiskin Wahid Husein (WH) dan mantan Kalapas Sukamiskin Deddy Handoko (DHA) sebagai penerima, sedangkan napi kasus korupsi, yaitu Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan (TCW), mantan Bupati Bangkalan yang juga napi korupsi Fuad Amin (FA) (status tersangka gugur karena Fuad wafat dalam proses penyidikan), serta Direktur Utama PT Glori Karsa Abadi, Rahadian Azhar (RAZ), ditetapkan sebagai pemberi.

Rahadian Azhar, yang merupakan Dirut PT Glori Karsa Abadi, diduga memberi suap ke Wahid. 

Dugaan suap ini berawal dari permintaan Wahid kepada Rahadian, yang merupakan pengusaha mitra Lapas Sukamiskin, untuk mencarikan mobil pengganti serta meminta Rahadian membeli mobil milikinya senilai Rp 200 juta.

Rahadian kemudian disebut menyampaikan agar Wahid membayar cicilan mobil Pajero Sport itu senilai Rp 14 juta per bulan. Namun Wahid keberatan sehingga Rahadian menyanggupi untuk membayar cicilan. Rahadian juga ditetapkan sebagai tersangka.

Sementara itu, Wawan diduga memberi suap dalam bentuk uang. Suap diduga berjumlah Rp 75 juta.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00