• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Server Tersambar Petir, Pelayanan Kependudukan Disdukcapil Karanganyar Terganggu

27 February
17:08 2020

KBRN, Karanganyar: Proses pelayanan administrasi kependudukan di kantor dinas kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Karanganyar terganggu setelah server jarigan rusak akibat tersambar petir.

Dari pantauan RRI, kondisi kantor Disdukcapil Karanganyar sepi pengunjung setelah diberlakukan penutupan sementara pelayanan terkait dengan data Base.

Kepala Disdukcapil Karanganyar Any Indriastuti mengatakan sambaran petir tersebut terjadi pada kamis malam, namun baru diketahui petugas saat pagi hari setelah dilakukan pengecekan tenaga teknik disdukcapil.

"Itu kejadiannya kamis malam saat hujan, tapi baru ketahuan pagi harinya, waktu petugas mau melayani tapi server tidak konek," ujarnya saat dikonfirmasi RRI, Kamis, (27/2/2020).

Dikatakan Any, sejumlah alat yang mengalami kerusakan yakni router serta server hingga membuat jaringan database tidak dapat terkoneksi. Akibatnya, sejumlah pelayanan administrasi seperti rekam data, cetak Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), KIA, serta Akta tidak dapat dilakukan hingga proses perbaikan selesai.

"Sementara ini kita tidak bisa melayani yang terkait dengan koneksi database, jadi seperti rekam KTP, KK, KIA, sama Akta, tapi soal legalisir sama pengambilan berkas sudah selesai, masih tetap kita layani," katanya. 
 
Lanjut, Any saat ini pihaknya masih menunggu petugas Disdukcapil Provinsi Jawa Tengah untuk penanganan kerusakan pasalnya perbaikan kerusakan jaringan merupakan kewenangan pihak provinsi.

"Ini kan diluar wewenang kita, masuknya ranah provinsi, makanya kita masih nunggu dari pihak provinsi, tadi sudah OK pas kita hubungi," bebernya. 

Selain itu, Any mengungkapkan belum dapat memastikan jangka waktu penutupan pelayanan tersebut, lantaran harus menunggu rekomendasi dari pihak provinsi. Namun, pihaknya tetap mengupayakan perbaikan dapat segera diselesaikan agar pelayanan dapat kembali normal.

"Kita belum tau sampai kapan, tergantung proses pembenahannya dari teknisi, tapi kita tetap upayakan agar bisa kembali normal," pungkasnya. 

00:00:00 / 00:00:00