• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sosok

Sepenggal Kisah, Tim Dokter Melawan Corona, Rela Tak Bertemu Keluarga

21 March
18:27 2020

KBRN, Surabaya : Tak ada kata lelah bagi tim dokter dalam penanganan kasus virus corona atau Covid-19. 

Mereka seolah melawan. Digarda terdepan para dokter ini berjibaku. Satu persatu pasien baik itu dengan kondisi Orang Dengan Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP), Suspect hingga yang dinyatakan positif ditangani.

Para dokter ini bahkan rela tidak pulang kerumah berkumpul keluarga. Bagi mereka ini adalah "Jihad" untuk membawa masyarakat Indonesia sehat melawan bencana nasional non alam yakni Covid-19.

Salah satunya adalah dr Alfian Nur Rosyid, Sekretaris Satgas Corona Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) Surabaya. Sudah lima hari ini ia intens memberi penanganan. Ia juga tampak tenang, tak ada rasa panik meski pasien dengan positif Corona terus bertambah.

Pria kelahiran Surabaya 38 itu tak hanya siaga di poli khusus corona di Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Unair saja. Ia harus naik ke ruang isolasi untuk turut memeriksa langsung kondisi pasien positif Corona.

"Insya Allah tak ada ketakutan," ungkap Alfian.

Ikhtiar Alfian dan dokter lainnya  dalam penanganan Corona menjadi pembelajaran. Berhadapan dengan orang terpapar virus diakuinya bukan hal mudah. 

Ia mengaku harus mengisolasi diri untuk tidak bertemu keluarga. Alfian tetap tak berani pulang untuk tinggal bersama istri yang kini tinggal di rumah mertuanya. 

"Ya ingin memimalisir saja. Saya sudah cek hasil saya negatif, tapi kan ndak tahu kita kan saat ini masih berjuang terus di zona wabah. Mana tau saya lengah ketemu pasien positif, lengah sedikit wawancara orang yang positif menggebu-gebu," ungkapnya.

Begitu juga ketika rasa kangen menghantui. Hanya video call yang bisa dilakukan. Untuk mengobati rasa kangennya dengan kedua anaknya, Alfian setiap pagi menyempatkan diri untuk melakukan video call. 

"Anak-anak selalu tanya kapan pulang," ungkapnya dengan tawa.

Alfian ingin kasus penyebaran corona segera berakhir. Kondisi Surabaya yang dinyatakan masuk zona merah segera berlalu. Ia berharap masyarakat tetap mengikuti imbauan Pemerintah agar musibah yang dikatakan banyak orang sebagai Pagebluk ini segera berlalu.

"Semoga cepat berakhir. Agar kita tidak terpapar virus, caranya menggunakan alat pelindung diri, kemudian menjaga pola hidup bersih dan sehat, termasuk mengkonsumsi makanan bernutrisi dan vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh," terangnya.

Proteksi diri ini juga dilakukan pada tim dokter lainnya. Jika ada rekan menampakkan adanya gejala langsung dilakukan tindakan dengan melakukan pemeriksaan hingga dinyatakan betul-betul aman.

"Saya sudah tes virus corona, hasilnya negatif," pungkasnya.

00:00:00 / 00:00:00