• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sosok

Almarhumah Ibunda Jokowi, Sang Pekerja Keras Yang Suka Belajar Berhitung

25 March
19:03 2020

KBRN, Jakarta : Ibunda Presiden Jokowi Ibu Sudjiatmi Notomihardjo meninggal pada usia 77 tahun, sore ini Rabu (25/3/2020) sekitar pukul 16.45 WIB di Solo.

Dikutip dari https://sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id/, Almarhumah kecil terlahir dari keluarga pedagang kayu di Dusun Gumukrejo, Desa Giriroto, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali 15 Februari 1943.

Almarhumah merupakan perempuan satu-satunya, dari tiga bersaudara putra dari Wirorejo dan Sani. Meski begitu, orangtuanya tak membeda-bedakan perlakuannya terhadap anak-anak mereka. Saat kakak lelakinya bersekolah di SD Kismoyo, sekitar 5 kilometer dari rumah, Almarhumah Sujiatmi juga disekolahkan.

Kala itu, Almarhumah kecil merupakan satu-satunya siswa perempuan. Teman-temannya di sekolah berasal dari tiga kampung di sekitar sekolah. Jarak yang terbilang jauh itu ditempuh dengan berjalan kaki, tapi tak jarang juga dengan bersepeda.

Dalam buku Saya Sujiatmi, Ibunda Jokowi (2014), karya penulis Kristin Samah dan Fransisca Ria Susanti, Almarhumah Sujiatmi tidak ingat apakah dia bersekolah dengan bersepatu dan berseragam. Yang dia ingat, rambut hitamnya selalu dikepang dua oleh ibunya.

Pelajaran berhitung adalah yang paling disukai Almarhumah, sehingga selalu merindukan kehadiran sang guru berhitung tersebut. Dirinya berusaha menjadi yang pertama mengacungkan jarinya untuk mengerjakan soal-soal hitungan di depan kelas. Kelak, kemampuan berhitung ini menjadi kelebihan Sujiatmi dalam membantu suaminya membangun usaha.

Sang suami, Widjiatno, adalah kawan sepermainan Mulyono, kakak Almarhumah, yang tiga tahun lebih tua darinya. Ketika bertemu dengannya, Widjiatno di bangku SMA, sementara beliau di SMP. Widjiatno, yang ketika dewasa mengubah nama menjadi Notomiharjo, adalah pemuda yang berparas halus dan bertubuh gagah. “Pak Noto itu ganteng sekali,” kata Sujiatmi.   

Notomiharjo muda tinggal bersama kakek-neneknya di Dusun Klelesan, masih tetangga Gumukrejo. Orangtua Notomiharjo tinggal di Desa Kranggan, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, sekitar 25 km dari  Boyolali. Keluarga besarnya Lurah Desa Kranggan. Bapaknya, pakdenya, juga kakeknya pernah memimpin Desa Kranggan. 

Sujiatmi dan Widjiatno menikah di usia muda, pada 23 Agustus 1959. Kala itu Sujiatmi berusia 16 tahun, sedangkan Widjiatno berumur 19 tahun. Keduanya belum lulus sekolah. Namun di masa itu, wanita berusia 16 tahun, sudah jamak menikah. Banyak pula, kawan-kawan Sujiatmi yang lebih belia sudah menikah lebih dulu.

(Dipo Handoko - Tim Majalah Pendidikan Keluarga, https://sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id/) (Foto : Ant)

00:00:00 / 00:00:00