• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Klinik di Paseban Digerebek, Ribuan Orang Lakukan Aborsi?

18 February
07:15 2020

KBRN, Jakarta: Menarik ungkapan kabid Humas polda Metro Jaya Soal Aborsi. Kata Komisaris Besar polisi Yusri Yunus yang dikutip Psikolog Forensik Reza Indragiri, sebagian besar kasus aborsi adalah akibat hubungan luar nikah.

Dalam catatan, ada dugaan lebih dari 1.000 orang telah datang ke klinik aborsi di Jalan Paseban, Senen, Jakarta Pusat dan sekitar 900 nya telah melakukan aborsi atau menggugurkan kandungan.

Bisa jadi apa yang dilakukan oleh Klinik Ilegal aborsi di Paseban membantu orang-orang yang melakukan hubungan di luar nikah hingga hamil. Namun, dalam konteks klinik Aborsi di Paseban, setidaknya ada tiga hal yang layak disoroti.

Pertama adalah aspek aborsi dari  perspektif hukum, di Indonesia menggugurkan kandungan adalah hal yang illegal dan melawan hukum. Artinya praktek aborsi tersebut memang salah. 

Kedua aspek kengerian dan kebiadaban. Janin-janin yang dikeluarkan dari kandungan, dimasukkan ke dalam septic tank, lalu diberi zat kimia hingga hancur. Kata Kombes Yusri Yunus, janin usia satu hingga tiga bulan, adalah yang paling cepat hancur. Ini jelas ngeri dan biadab. Ketiga, aspek perilaku sosial.

Hukum di Indonesia menganut prinsip hukum zaman belanda yang tidak melarang hubungan di luar nikah bila dilakukan oleh orang yang belum menikah. Perzinahan hanya dikenakan pada orang yang telah menikah. Ini jelas kevakuman hukum yang bikin kacau.

Sanksi berhubungan di luar nikah hanya sanksi sosial. Karena itu, harus ada gerakan untuk mereka agar masuk dalam wilayah hukum. Sampai kapan pun, bila tidak ada sanksi hukum, maka kasus Aborsi hanya akan menjadi informasi yang terus berulang, ini sesungguhnya hal yang juga mengkhawatirkan, sebab pola hubungan di luar nikah , belakangan juga menjadi semacam hal biasa.

Tidak sedikit pasangan baru menikah tidak sampai 9 bulan, sudah lahir anaknya. Pasti itu hamil di luar nikah, sedangkan yang berhubungan di luar nikah, tapi tidak dilanjutkan ke pernikahan dan tidak mau hamil, maka larinya adalah klinik aborsi. Ini sekali lagi, mengerikan, karena membayangkan janin hasil aborsi diberi zat kimia hingga hancur.

Oleh : Widhie Kurniawan/Redaktur Senior RRI

Tentang Penulis

Mosita Dwi Septiasputri

Mositadwis@gmail.com

00:00:00 / 00:00:00