• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Ekonomi Indonesia Mulai 'Lampu Kuning'

21 February
07:05 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Kendati diproyeksikan akan naik tahun 2021, namun ternyata pada tahun 2020 ini proyeksi pertumbuhan ekonomi indonesia sudah dipangkas menjadi 5.0 - 5.4 persen. Ini turun dari proyeksi awal 5.1-5.5. Pada tahun lalu saja hanya mencapai 5.02 persen.

Apa maknanya? Ternyata ini adalah lampu kuning. Kita tengok juga bagaimana pergerakan kurs rupiah hari ini, ternyata  turun juga, jadi 13695 dari semula 13700. Tipis memang... tapi tetap saja namanya turun.

Lalu pada sektor riil, kabar rencana PHK massal di perusahaan telekomunikasi Indosat Ooredoo jelas bukan kabar menggemberikan. Apapun namanya, dan bagaimanapun strategi perusahaan, serta berapapun pesangon yang disiapkan, tetap saja, kabar rencana PHK Massal bagi 600-an pegawai Indosat sungguh tidak membahagiakan. 

Lampu Kuning ekonomi Indonesia. Ini bukan perkara biasa, bukan hanya Indonesia saja, tetapi secara global juga serupa. Bank Dunia sudah memangkas pertumbuhan ekonomi 2020, menjadi 2.5 persen. Sejumlah maskapai internasional sudah merumahkan karyawannya karena tidak bisa terbang dari dan ke China karena Virus Corona. Beberapa hotel dan travel agent di tanah air juga sudah kembang kempis.

Pemerintah juga masih punya utang besar dan masih punya rencana Ibukota Pindah 4 tahun lagi. Namun, Presiden Joko Widodo tetap optimis. Ia melihat potensi belanja pemerintah dan pemerintah daerah, ini harus digerakkan, dan ia mendorong Pemda untuk tidak menyimpan uangnya di Bank, tapi harus dibelanjakan.

Lantas, seberapa kuat ekonomi domestik menunjang perekonomian nasional? Bisa kuat, asal sebagian besar produk yang digunakan adalah produksi lokal dan ekspor terus terjaga, sedang dalam kenyataanya, pada Desember 2019, ekspor Indonesia hanya sebesar US$ 14,47 miliar, sedangkan impor US$ 14,50 miliar. Ini jelas defisit.

Sedangkan pada Januari 2020, ekspor Indonesia diperkirakan sebesar US$ 13,64 miliar dan impor sebesar US$ 13,78 miliar. Artinya, ekonomi Indonesia masih lebih besar pasak daripada tiang. Impor masih besar, belum lagi sejumlah cukai mengintai produk plastik, pemanis dan beberapa yang lain. Artinya, uang kas negara juga sedang minim.

Semoga lampu kuning ekonomi Indonesia ini tidak berlangsung lama...

Tentang Penulis

Widhie Kurniawan

Kapuspem RRI

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00