• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Tragedi Sungai Sempor di Yogyakarta

24 February
07:05 2020
0 Votes (0)

KBRN, Yogyakarta: Meninggal lnya hingga pemakaman Khairunisa Nur Cahyani binti M Dedi S, siswa SMP Negeri Turi, Yogyakarta, korban terakhir tragedi sungai sempur, harusnya menjadi pembelajaran penting bagi banyak pihak. Ia adalah bagian korban yang meninggal bersama sejumlah siswa SMP Negeri Turi lainnya dalam kegiatan yang dinamakan Susur Sungai.

Ini tidak boleh terulang kembali. Tidak jarang memang sejumlah sekolah melakukan beragam aktivitas bagi siswa-siswinya dengan sejumlah kegiatan di alam terbuka. Ada perkemahan, ada wisata alam, ada pendakian, ada menyusuri gua, ada arung jeram, dan ada pula susur sungai.

Semua itu prinsipnya bagus. Akan tetapi tidak sedikit pula yang berujung petaka. Salah satunya adalah siswa siswi SMPN Turi, Yogyakarta. Para pembina dan pihak sekolah adalah pihak yang paling bertanggung jawab soal ini.

Sebab, para siswa itu, selain mereka masih di bawah umur, juga masih dalam pengampuan para guru dan pembina. Namun yang juga penting adalah agar para pembina dan guru tidak gegabah melalukan aktivitas di luar ruang, terlebih alam liar.

Pada era modern sekarang ini, sesungguhnya banyak hal dapat diprediksi sebelumnya. Soal cuaca harusnya lebih mudah lagi, karena tanda tanda alam tampak dan prakiraan BMKG juga ada.

Kepala BMKG Dwi Korita menyebut bahwa dalam 3 hari sebelumnya sudah ada peringatan dini akan potensi cuaca di wilayah Yogyakarta. Artinya, para pembina dan guru abai soal itu. Pengabaian jelas potensi bencana.

Dalam konteks luas,  sebenarnya pemerintah daerah juga lalai, temasuk pembina pramuka yang lebih tinggi. Pendidikan alam terbuka, termasuk survival, outbound, dan sejenisnya adalah baik, namun bila tidak dikelola dan ditangani secara profesional jelas berbahaya.

Salah satu tanda bahwa pengelolaan itu profesional, adalah prmbina yang bersetipikat. Ini yg sering jadi masalah. Tidak sedikit pembina yang hanya bisa bisaan saja.

Mengelola kegiatan secara profesional adalah penting, walau sedikit mahal, tapi ini semua adalah terkait nyawa manusia. Karena itu, pengusutan sampai level tinggi adalah penting, bukan sekedar sampai tingkat pembina. 

Komentar Disampaikan oleh Widhie Kurniawan Redaktur Senior RRI

Tentang Penulis

Syarif Hasan Salampessy

Redaktur Puspem LPP RRI

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00