• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

'Bullying' Netizen dan Sorotan Media ke Anies Baswedan Terkait Banjir Ibu Kota

27 February
07:40 2020

KBRN, Jakarta : Nama, foto, dan penampilan Anis Baswedan, saat ini tampil di mana-mana, dan sangat bisa jadi menaikkan brand dari Anis Baswedan sendiri. 

Bukan tidak mungkin, bila Pilkada DKI dilakukan hari ini dan Anies Baswedan ikut lagi sebagai calon Gubernur, maka potensi besar, Anis akan terpilih kembali. 

Tidak ada kandidat lain di Ibukota Jakarta yang sepopuler Anis Baswedan. Bahkan bisa jadi pula, bila Anis ikut kontestasi Pemilihan Presiden, maka namanya memiliki brand kuat untuk memenangi pertempuran. 

Ketika nama, foto dan penampilan sudah dikenal publik, tinggal bagaimana melakukan kapitalisasi yang menguntungkan bagi dirinya. 

Saat ini, banyak pihak menyoroti kinerja Anies Baswedan menangani banjir di Ibukota. Semua televisi dan Radio berita menyoroti Anies Baswedan. Fraksi-fraksi yang berseberangan dengan Anies saat Pilkada lalu, seperti PDI Perjuangan dan PSI secara terang-terangan dan bahasa tajam, mengkritik cara kerja Anies. 

Kata anggota Fraksi PDI P DPRD DKI Jakarta, Johny Simanjuntak, Anies Baswedan itu kaya dalam kata-kata tapi miskin dalam perbuatan. 

Memainkan kata-kata memang adalah kelebihan Anies. Sebutlah misalnya kemarin, Komisi V DPR RI dibuat tunduk oleh Anies yang tidak mau hadir mengikuti RDP. Kata Anies,  warganya masih ada yang kebanjiran, jadi diskusinya di DPR nanti saja. 

Anies tidak hadir, dan RDP pun batal. Menariknya, sore hari Anies yang bilang sibuk mengurus warga terkena banjir, masih sempat meresmikan Ground Breaking Museum Internasional Nabi Muhammad SAW. 

Kalau kemudian Ia ditanya soal ini, pasti kata-kata yang keluar akan banyak lagi. Bahkan terkait banjir, di tengah  sorotan netizen dan media, warga Jakarta justru banyak yang tidak komplain secara terbuka kepada Gubernur Jakarta. 

Mereka justru menyalahkan pengembang yang bikin area mereka kebanjiran, seperti yang dilakukan warga di sekitar mall AEON Jakarta. 

Terakhir, muncul gagasan Pansus banjir di DPRD DKI Jakarta. Seandainya pansus ini tidak menghasilkan apa-apa, maka sekali lagi Brand nama Anies Baswedan yang diuntungkan. 

Sebagai perbandingan, Presiden Donald Trump, semakin di-'bully' di negerinya, namun 'brand'-nya semakin kuat, apalagi dengan kegagalan Senate memakzulkan dirinya. 

Akhirnya, kita hanya bisa berharap kepada Anies agar ia tidak menikmati kepopuleran dan naiknya Brand nama dirinya dengan memainkan beragam kata-kata dan penampilan, namun memang bersungguh-sungguh membenahi Jakarta. 

Dan untuk itu, yang tahu hanya Anies sendiri dan Tuhan Yang Maha Kuasa.


Komentar disampaikan oleh Widhie Kurniawan, Redaktur Senior RRI

Tentang Penulis

Nugroho

rri.co.id

00:00:00 / 00:00:00