Dewan Pendidikan Sampaikan Banyak Masalah ke Komisi IV DPRD Kalsel

Istimewa

KBRN, Banjarmasin: Ketua Dewan Pendidikan Kalsel, Prof. DR. Hadin Muhjad mengatakan, pendidikan di Kalimantan Selatan (Kalsel) dinilai masih banyak masalah. Mulai dari belum meratanya pendidikan, hingga adanya kesenjangan antara kualitas pendidikan di ibukota provinsi dengan yang ada di kabupaten/kota maupun kecamatan.

“Secara kondisional, pendidikan di Kalimantan Selatan ini memang banyak masalah. 90 persen sekolah-sekolah menengah berada di pinggiran yang berdampak juga pada mutu pendidikannya,” kata dia.

Berdasarkan pengalamannya ketika memantau lulusan-lulusan SMA dan SMK yang masuk perguruan tinggi,rata-rata terkonsentrasi dari sekolah tertentu.

Guru besar Universitas Lambung Mangkurat (ULM) itu menilai, kondisi ini akan sangat memengaruhi mutu pendidikan di Kalimantan Selatan yang kondisinya masih rendah karena lulusan sekolah menengah di pinggiran yang jumlahnya banyak, justru tidak dapat bersaing dengan lulusan sekolah di ibukota provinsi atau kabupaten/kota untuk pendidikan yang lebih tinggi, termasuk kendala pendidikan bagi kaum disabilitas.

Selain itu, masalah anggaran pendidikan yang juga masih rendah, diakui Hadin sangat berkorelasi dengan upaya peningkatan kualitas pendidikan. Baik dari sisi infrastruktur maupun SDM yang dihasilkan.

Menanggapi penyampaian problema diatas, Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, HM Lutfi Saifuddin, memastikan akan mempelajari hasil diskusi dan aspirasi yang disampaikan dalam pertemuan, sebagai bahan dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026.

“Beberapa aspirasi yang disampaikan juga akan jadi bahan untuk kami sampaikan lagi ke pihak-pihak terkait agar dapat segera ditindaklanjuti,” kata Lutfi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar