Himpun Data Alumni 2019 dan 2020, CDC ULM Expose Hasil ULM Tracer Study 2021

Istimewa

KBRN, Banjarmasin: Selesai melakukan proses penghimpunan data dan pengisian kuisioner secara online sejak 6 Juni hingga 31 Agustus 2021 lalu, Career Development Center (CDC) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) akhirnya melaksanakan kegiatan ekspos hasil ULM Tracer Study 2021.

Diungkapkan Ketua CDC ULM, Dr Ir Sadik Ikhsan, DAD, M Sc bahwa tujuan dilaksanakannya Tracer Study tersebut untuk mendapatkan tiga hasil.

Di antaranya outcome pendidikan, dalam bentuk transisi dari dunia Perguruan Tinggi (PT) ke dunia kerja, termasuk masa tunggu kerja dan proses pencarian kerja pertama, situasi kerja terakhir, dan aplikasi kompetensi di dunia kerja. 

Kemudian output pendidikan yaitu penilaian diri terhadap penguasaan, dan pemerolehan kompetensi. Selain itu juga proses pendidikan, berupa evaluasi proses pembelajarandan kontribusi PT terhadap pemerolehan kompetensi.

"Dari tiga hal tersebut outcome yang diutamakan dalam kebijakan pendidikan sekarang, seperti berapa orang alumni yang sudah bekerja, berwirausaha, melanjutkan pendidikan maupun yang sama sekali belum bekerja. Jadi dari data tersebut bisa diketahui sejauh mana, serapan alumni ULM di dunia kerja," katanya.

Berbeda dari Tracer Study sebelumnya, kali ini pendataan dilakukan kepada dua angkatan sekaligus, yaitu 2019 dan 2020.

Hal tersebut lantaran adanya perubahan aturan dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti).

"Karena langsung dua angkatan, membuat jumlah alumni menjadi dua kali lipat, sementara waktu pelaksanaanya sama," ujarnya.

Dari hasil Tracer Study alumni angkatan 2019 di dapat hasil, 1.143 atau 55,95 persen sudah bekerja.

87 atau 4,26 persen berwirausaha, 297 atau 14,54 persen melanjutkan pendidikan, 351 atau 17,18 persen sedang mencari kerja, 165 atau 8,8 persen belum memungkinkan bekerja.

Sementara itu hasil Tracer Study alumni angkatan 2020 di dapat hasil, 904 atau 41,94 persen sudah bekerja.

98 atau 4,45 persen berwirausaha, 374 atau 17 persen melanjutkan pendidikan, 660 atau 30 persen sedang mencari kerja, 164 atau 7,45 persen belum memungkinkan bekerja.

Sementara itu Wakil Rektor III ULM, Fauzi Makkie, menilai bahwa Tracer Study 2021 mengalami perbaikan dari pada tahun sebelumnya.

Sebab menurutnya CDC bisa menyelesaikan proses penghimpunan data, dan pengisian kuisioner secara online, meski dengan jumlah alumni yang banyak.

"Secara keseluruhan Net Respon Rate (NRR) untuk angkatan 2019 dan 2020 sudah di atas 35 persen, jadi saya rasa sudah bagus," jelasnya.

Agar Tracer Study di tahun depan bisa berjalan lebih baik, Fauzi menyarakan agar CDC bisa melibatkan komunitas alumni pada setiap angkatan, sehingga tidak hanya mengandalkan surveyor.

"Kalau bisa melibatkan komunitas alumni, karena saya rasa dengan begitu bisa lebih memudahkan tracer, di samping juga surveyor tetap berperan," terang Fauzi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar