Bupati Hulu Sungai Tengah Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana

KBRN, Barabai : Bupati Hulu Sungai Tengah (HST) Aulia Oktafiandi menetapkan status tanggap darurat bencana banjir terhitung sejak 28 November hingga 5 Desember 2021.

Dalam video pendek yang dikirim Kalak BPBD HST H Budi Haryanto kepada RRI Banjarmasin,Minggu (28/11/2021)malam, Bupati Aulia  didampingi Pj.Sekda HST Muhammad Yani dan Kapolres HST AKBP Sigit Hariyadi menetapkan status itu di Posko Induk penanganan banjir di Stadion Murakata Barabai. 

“Mengingat debit air terus naik. Sudah banyak warga yang terisolir akibat banjir, serta butuh bantuan. Saya atas nama Bupati HST menyatakan status tanggap darurat untuk wilayah HST,” kata Bupati.

Dengan penetapan status tanggap bencana banjir di HST diharapkan penanganan banjir dapat dilakukan dengan cepat. 

“Saya harap seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di Pemkab HST mulai bergerak dan berkoordinasi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) HST untuk menyelamatkan warga,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten HST Budi Haryanto mengakui kondisi jembatan darurat yang baru saja dibangun menghubungkan Desa Alat dan Desa Alat Seberang di Kecamatan Hantakan, kembali diterjang banjir.

Selain itu, Budi mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan Basarnas, TNI dan Polri membangun Posko Induk di Stadion Mandingin, Barabai.

“Kami juga mengevakuasi keluarga besar KH Muhammad Bakhiet (Guru Bakhiet) di Pondok Pesantren Nurul Muhibin yang ikut terendam,” kata Budi.

Kenaikan debit air luapan sungai yang terjadi sejak Minggu (28/11) pagi membuat hampir 90 persen daerah perkotaan di Barabai terendam banjir dari ketinggian 30 Cm hingga mencapai 2 meter lebih.

Ribuan rumah warga juga terendam di beberapa kecamatan seperti Kecamatan Barabai, Pandawan, Haruyan, Batang Alai Selatan, Batang Alai Timur, Batang Alai Utara, Batu Benawa hingga Hantakan.

Saat ini, 800 an warga Kota Barabai juga mengungsi di beberapa titik lokasi yang lebih tinggi seperti SDN 1 Barabai Timur, SMAN 1 Barabai, Masjid Agung Riyadushalihin, Masjid Shulaha dan Gedung Joeng.

Sampai malam ini juga para relawan dan jajaran TNI Polri terus melakukan evakuasi warga yang masih terjebak banjir di rumahnya. Para relawan dari berbagai Kabupaten di Banua Anam juga berdatangan membantu.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar