Wartawan Jembatani Kebijakan BI ke Masyarakat

KBRN, Banjarmasin :  Dalam upaya mengkomunikasikan berbagai kebijakan Bank Indonesia, Jajaran Bank Indonesia (BI)  melakukan silaturahmi dengan insan media yang dikemas dalam kegiatan Refreshment Wartawan.

Kegiatan ini dalam rangka meningkatkan kapabilitas wartawan bidang ekonomi, khususnya terkait Jurnalisme Data dan diseminasi kebijakan BI.

Acara dibuka Kepala Kepala Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Provinsi Kalsel Amanlison Sembiring, yang diwakili oleh Ekonom Ahli Kelompok Perumusan KEKDA Wilayah dan Provinsi BI Kalsel, Dadi Esa Cipta didampingi oleh Analis Unit Kehumasan BI Kalsel, Rakhmat Pratama di Grand Dafam Syariah Q Hotel, Berlian Meeting Room, Banjarbaru, Sabtu (04/12/2021).

Dalam sambutannya, Dadi berharap agar wartawan bisa menjadi jembatan informasi ke masyarakat.

“Banyak bahasa-bahasa perbankan yang masih sulit dipahami masyarakat, misalnya suku bunga, inflasi, QRIS dan lain sebagainya. Inilah yang harus diterjemahkan oleh wartawan ke bahasa yang sederhana agar mudah dipahami,” kata Dadi.

Selain itu, Dadi Esa Cipta, Ekonom Ahli Kelompok Perumusan KEKDA Wilayah dan Provinsi mengungkapkan ada berbagai kebijakan baru  Bank Indonesia diharapkan bisa dikomunikasikan kepada masyarakat dan pemerintah daerah.

"Kita berharap dengan pelatihan ini, teman-teman terupdate informasi terkini terkait dengan kebijakan Bank Indonesia dan bisa dikomunikasikan baik itu ke masyarakat maupun stakeholder lainnya," ungkapnya.

Berbagai kebijakan yang dilakukan Bank Indonesia terutama di masa pandemi saat ini di antaranya mendorong pemerintah bisa melakukan optimalisasi penyerapan anggarannya.

Anggaran pemerintah diharapkan menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi karena subsidi pemerintah sangat besar.  

“Kegiatan ini salah satunya bertujuan bagaimana agar informasi kita mendorong supaya pemerintah bisa melakukan optimalisasi penyerapan anggaran dalam pertumbuhan ekonomi,” tutur Dadi.

Selain itu, kebijakan yang dilakukan dapat membantu di triwulan dua dan seterusnya ekonomi bisa tumbuh positif kembali. BI juga mendorong agar pembiayaan tidak menjadi masalah.

"Bagi yang telah mendapatkan kredit dengan adanya pandemi dan terdampak, bisa dilakukan reskedul, bisa direstrukturisasi. Sementara bagi yang baru, mungkin bisa mendapatkan pembiayaan dengan suku bunga yang rendah," jelasnya.

Menurutnya, kebijakan BI terkait moneter seperti mempertahankan suku bunga BI tetap rendah di 3,5 persen. Kebijakan di Makro Prudensial seperti menurunkan uang muka pembayaran rumah dan kendaraan. Juga BI mendorong ekonomi digital agar lebih berkembang lagi, sehingga membantu UMKM.

"UMKM itu berkontribusi 60% terhadap pertumbuhan ekonomi. Penyerapan tenaga kerjanya mencapai 97%. Tapi dengan adanya Covid, omset penjualan turun drastis. Mereka juga kesulitan memperoleh bahan baku," Dadi menegaskan.

BI yang utama menjaga bagaimana supaya ekonomi tetap tumbuh dan inflasinya bisa tetap terjaga, terkendali. Supaya tetap tumbuh ekonomi kita, perlu peran serta semua pihak. Seperti Pemerintah dengan anggarannya. Pelaku Usaha supaya ada diversifikasi produk dan diversifikasi pemasarannya.

Narasumber dalam kegiatan ini, yaitu :  Jamalul Insan dari Dewan Pers Nasional, yang merupakan Anggota Dewan Pers Nasional, Ketua Komisi Pendidikan, Pelatihan & Pengembangan Profesi Pers Dewan Pers.

Sedangkan Narasumber dari BI Kalsel, yaitu :  Ekonom Yunior Kelompok Perumusan KEKDA Wilayah dan Provinsi, Ratih Dewi Setiawan;  Analis Yunior Fungsi Pelaksanaan dan Pengembangan UMKM , Keuangan Inklusi dan Syariah , Aditya Wiratama Putra dan Para Pejuang Pengelolaan Uang Rupiah, Zanu Adi Guna dan Muhammad Faridh.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar