DPRD Banjarmasin minta Jangan ada yang menimbun Elpiji 3 Kilogram

Wakil Ketua DPRD Banjarmasin, Matnor Ali.

KBRN, Banjarmasin: Wakil Ketua DPRD Banjarmasin, Matnor Ali meminta, semua pihak terkait mengantisipasi kelangkaan pasca dinaikkannya Harga Eceran Tertinggi (HET) Gas Elpiji 3 Kg.

"Memang adanya kenaikan sebesar seribu rupiah, akan terasa bagi masyarakat miskin karena digunakan oleh mereka yang mendapat subsidi," ujar Matnor Ali.

Pihaknya mengingatkan pemilik dan pengelola pangkalan, mendistribusikan Elpiji 3 Kg kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan seperti masyarakat miskin.

"Jangan ada oknum yang bermain dengan sebagian gas elpiji dijual dan sebagian lainnya di stok dan dijual dengan harga berbeda. Jangan sampai ada penimbunan atau penyimpangan penyaluran gas," tegasnya.

Matnor Ali menekankan melalui Disperindag maupun Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdako Banjarmasin dapat memperhatikan penyaluran gas elpiji 3 Kg ini.

Termasuk juga meminta Komisi II DPRD Banjarmasin, terus memantau dalam pelaksanaan, agar distribusi gas elpiji 3 KG walaupun mengalami kenaikan tidak sampai terjadi kelangkaan. 

"Jangan sampai terjadi permainan, harga tabung gas naik namun barangnya juga tidak ada, ini yang kita cegah," ucapnya.

Dirinya berharap partisipasi masyarakat bersama-sama mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan seperti kelangkaan pasca dinaikkannya HET gas elpiji 3 KG seribu rupiah. 

Diketahui tambahnya, kenaikan HET gas elpiji 3 Kg sebesar Rp18.500 pertabung, setelah sebelumnya hanya Rp17.500 berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Kalsel Nomor 188.44/0385/KUM/2022.

Ditindaklanjuti oleh 13 kabupaten/kota di Kalsel termasuk Banjarmasin. Untuk Banjarmasin dituangkan dalam surat edaran Wali Kota Banjarmasin nomor 500/185/Ekosda.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar