Perang Melawan Pinjol Ilegal, Perbankan Sederhanakan Proses Kreditnya

Istimewa

KBRN, Banjarmasin  :  Keberadaan pinjaman online (pinjol) ilegal, semakin marak dan semakin meresahkan masyarakat. Karena mengakibatkan banyak warga yang membutuhkan uang cepat, malah menjadi korban 'pemerasan' hingga dipermalukan.

Sehubungan itulah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 9 Kalimantan mengajak Perbankan Daerah ini, khususnya Bank Kalsel untuk berperan aktif dalam memerangi praktik pinjol illegal yang semakin marak saat ini. Kepala OJK Regional 9 Kalimantan, Riza Aulia Ibrahim  di Banjarmasin mengharapkan, Pihaknya ingin kedepannya, Perbankan Daerah turut andil dalam memerangi praktik pinjol illegal tersebut.

"Sehingga saya minta kepada Pak Hana (Hana Wijaya Dirut Bank Kalsel), cobalah pangsa itu diisi oleh Perbankan. Artinya kalau bisa diisi oleh Perbankan lebih teratur. Enggak mungkin diisi oleh Orang yang Ilegal. Tapi memang bertahap. Karena Bank Kalsel sekarang lagi memperbaiki Core Bankingnya. Sekarang sudah siap. Nanti akan secara bertahap mencoba.memasuki pangsa itu. Semoga pinjol ini bisa kita kurangilah. Tetapi memang ini bukan pekerjaan yang mudah. Kembali ke Masyarakat," ungkap Riza 

Sedangkan Direktur Utama Bank Kalsel Hana Wijaya, menyatakan komitmennya untuk terus menyediakan layanan terbaik kepada nasabahnya, khususnya dalam pemberian kredit. Dikatakan, saat ini, Bank Kalsel sudah mulai melakukan hal tersebut kepada para nasabah setia mereka terlebih dahulu, seperti ASN, dengan memangkas berbagai birokrasi melalui pengembangan teknologi digital yang sedang dilakukan Bank Kalsel. 

"Bagaimana peranan Bank agar bisa mengurangi Pinjaman Online yang begitu ilegalnya. Kemudian kalaupun yang legal, kadang-kadang approachnya (mendekatinya), terutama pada waktu nasabah-nasabah yang sedang bermasalah. Pak Riza sudah menggemukkan kepada kami. Kami sedang pikirkan bersama dengan perbankan yang lain. Jadi salah satu peran di masyarakat sebagai tugas intermediary (perantara), terutama memfasilitasi masyarakat, tapi dengan aturan Prudential (kehati-hatian) yang standardnya OJK. Itu yang paling penting," ungkap Hana.

Keberadaan Pinjaman Online (Pinjol) yang menjadi alternatif bagi masyarakat yang memerlukan uang dengan segera, tanpa syarat yang rumit, membuktikan pangsa pasar tersebut memang ada. Sehingga hal ini akan digarap pihak perbankan dengan lebih menyederhanakan persyaratan kreditnya. Sehingga suatu saat nanti, tidak menutup kemungkinan, pinjaman kredit di bank sama mudahnya dengan pinjaman online saat ini.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar