Produksi Karet Tabalong Turun

Petani karet sedang menyadap karet. foto: istimewa

KBRN, Banjarmasin: Tabalong terkenal sebagai salah satu kabupaten penghasil komoditas karet terbesar di Kalimantan Selatan.

Namun produksi karet di Tabalong mulai turun sejak tahun 2021 yang lalu, data dari Dinas Perkebunan Tabalong pada tahun 2021 produksi karet Tabalong sebesar 57,450,14 ton.

Jumlah ini jauh menurun dibandingkan produksi karet tahun 2020 yang mencapai 62,131,08 ton.

Padahal ada peningkatan luas panen kebun karet dibandingkan tahun 2020.

Pada tahun 2020 luas panen 50,771,50 Hektar sedangkan tahun 2021 luas panen mencapai 52,546,00 Hektare.

Turunnya produksi karet Tabalong menurut Kabid Sarana Disbunnak, Ir. Suhadi, M.Ap karena salah satunya faktor gugur daun yang dialami pohon karet.

Lebih jauh Suhadi tidak bisa menjelaskan tentang penyakit gugur daun yang mempengaruhi produksi karet Tabalong karena bukan bidangnya.

Yang jelas secara tidak langsung penurunan produksi karet berpengaruh pada tingkat kesejahteraan petani karet.

Suhadi mengatakan program kegiatan bidangnya tahun ini peremajaan kebun karet seluas 275 hektare.

Program yang sudah berlangsung sejak tahun 2019 itu menggunakan sistem Supradin.

“Sistem Usaha Perkebunan Rakyat Diversifikasi Integratif (Supradin) menanam dengan jarak tanaman 2 x 2,5 x 18 meter,” jelas Suhadi.

Lahan kosong yang 18 meter disebut gawangan (5 gawangan per ha). ini bisa untuk tanaman lain seperti sayuran, pakan ternak, kandang ternak dan lain lain.

“Tahun ini peremajaan kebun karet di kecamatan Tanjung, Upau, Haruai, Muara Uya, Muara Harus, Jaro dan Tanta,”pungkasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar