Kalsel Kejar Atasi Kemiskinan Ekstrim

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Kalsel, Ariadi Noor. foto: istimewa

KBRN, Banjarmasin: Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Kalsel, Ariadi Noor menyebutkan untuk kemiskinan makro di Kalsel cenderung 4,49 persen atau urutan kedua terbawah dari 37 Provinsi se Indonesia

Disampaikannya, artinya jika melihat perspektif tersebut keberadaan masyarakat miskin di banua cenderung kecil, data ini di rilis resmi oleh Bappenas pusat. 

"Tugas kita sekarang adalah memperbaiki data terkait kemiskinan ekstrim ini menjadi target, " Kata Ariadi kepada Kalselpos. com belum lama tadi.

Dikatakannya untuk kemiskinan ekstrim ini setidaknya 1,3 persen harus di atasi, artinya jika target tersebut bisa dituntaskan maka persentase bisa diperbaiki sampai 3,16 perse. , oleh karenanya komponen stakeholder bisa bersinergi agar bisa menyamakan persepsi terkait rencana program kerja untuk menuntaskannya. 

Kemudian terkait kemiskinan ekstrim ini yaitu keberadaan masyarakat dalam kondisi difabel atau keterbatasan penyandang disabilitas dalam melakukan aktivitas sehari-hari

"Alhamdulillah secara umum dampak pandemi tidak berpengaruh banyak terhadap angka kemiskinan kita, " sebutnya

Lanjut pria ramah ini, kami berupaya perbaikan sektor ekonomi masyarakat agar bisa semakin membaik ditengah percepatan pemulihan perekonomian pasca pandemi covid 19, masyarakat harus mampu bergerak cepat didukung Pemerintah agar kesejahteraan tersebut tercapai sehingga angka kemiskinan makro dan ekstrim bisa di atasi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar