Cerita Bidan Dina, Harapan Para Ibu Dari Daerah Pelosok.

KBRN, Banjarmasin : Tak pernah terbayangkan bagi Dina Listiana Sari bidan yang selama ini bertugas di puskesmas pembantu Desa Kolam Kiri Kecamatan Wanaraya akan menjalani hari yang mendebarkan.

Kala itu ketukan pintu di rumahnya tepat saat azan subuh memecah keheningan. Sepasang suami istri yakni Saifuddin dan Norisnaniah datang kerumah Dina sekaligus menjadi puskesmas pembantu di Desa Kolam Kiri untuk proses persalinan sang istri.

Namun ketika dilakukan pemeriksaan kondisi bayi dalam kandungan cukup besar. Sehingga sangat berisiko kalau dilahirkan dipuskesmas pembantu. 

Setelah berdiskusi dengan pihak keluarga akhirnya Norisnaniah ingin dirujuk ke rumah sakit mahkota bunda di Banjarmasin. Namun ambulance yang rencananya membawa Norisnaniah tak kunjung datang.

Memang jarak antara puskesmas Wana Raya dengan puskesmas pembantu tidak terlalu jauh namun karena kondisi jalan yang rusak membuat waktu perjalanan menjadi lebih lama. 

Hingga pukul 7 pagi ambulance tak kunjung datang sehingga diputuskan untuk mengendarai mobil pribadi. Namun kejadian tak terduga terjadi. Ketika sudah berada didalam mobil Norisnaniah mengalami kontraksi mendadak. 

Bersamaan itu ambulance yang ditunggu -tunggu akhirnya datang. Tindakan cepat pun dilakukan oleh Dina dan temannya yang juga seorang bidan.

"Kontraksinya bagus jadi kita upayakan untuk bisa melahirkan disini saja,"kata Dina singkat.

Proses melahirkan pun dimulai. Karena sudah tak bisa lagi ditahan, kelahiran calon bayi dilakukan didalam mobil. Jok kursi mobil terpaksa dibuka untuk dijadikan alas bagi Norisnaniah agar bisa lebih leluasa berbaring.

Dengan kondisi yang mulai melemah Norisnaniah berusaha sekuat tenaga untuk melahirkan anaknya.

"Ayo bu yang kuat dorongnya...terus bu...,"pinta Dina dengan nafas yang juga terhengal.

Setelah berjuang selama 10 menit , terdengarlah suara bayi yang menangis lantang. Seiring dengan air mata dari sang ibu yang juga mengalir.

"Allahu akbar Alhamdulillah, " sebuah kalimat yang keluar dari mulut bidan Dina saat bayi berkelamin laki - laki itu lahir dengan selamat.

Sudah 6 tahun lamanya Bidan Dina mengabdikan diri menjadi bidan di puskesmas pembantu di Desa Kolam Kiri. Sementara profesi bidan sudah dijalaninya sejak 2009. Ia ditemani Syahrul sang suami tercinta. Bersama Syahrul yang tercatat bekerja di RRI Banjarmasin Ia dikaruniai sepasang anak bernama Muhammad Arsyad Fadhillah dan Jihan Nur Syakila.

"Ini merupakan yang kedua kalinya Istri saya harus melakukan proses melahirkan pasiennya tidak ditempat persalinan. Seingat saya waktu itu disamping warung ketika dalam perjalanan menuju Kota Marabahan,"kenang Arul sang suami.

Cerita Bidan Dina hanyalah sedikit kisah dari perjuangan Bidan desa yang dengan luar biasa mengabdikan dirinya untuk masyarakat. Jarak rumah sakit yang jauh dari pemukiman warga menjadi alasannya.  

Perempuan tangguh ini lah yang kerap menjadi harapan bagi para calon ibu yang ingin meliat calon buah hatinya lahir ke dunia dengan selamat.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar