Bisnis Rak Bunga Raup Untung Dimasa Pandemi

Rak Bunga

KBRN, Banjarmasin : Sejak viral di media sosial bunga janda bolong dengan info info harga yang  fantastis yakni berjuta-juta, belum lagi tanaman lainnya, demam bunga pun marak, termasuk juga di Kalsel khususnya di Banjarmasin, setidaknya dimasa pandemi covid-19 dimana orang lebih banyak berada di rumah.

Di Banjarmasin beberapa sudut kota terlihat masyarakat yang  menjajakan bunya berbagai macam jenis, seperti aglonema, keladi merah, keladi kuping gajah, kuping gajah, tentu juga sijanda bolong.

Berburu anggrek pun makin ramai, dan berbagai jenis lainnya. Kawasan kilometer 7 atau pal 7 kertak hanyar, perbatasan Kota Banjarmasin dengan Kabupaten Banjar, menjadi sentra penjualan bunga bagi masyarakat Kabupaten Banjar dan Banjarmasin sekitarnya, setiap hari sabtu dan minggu ribuan tanaman di jajakan, ratusan pedagang berjejer sepanjang jalan A Yani tersebut, ratusan orang bertransaksi.

Nyatalah, berkah bagi pengrajin pembuat rak bunga, ada rak bunga dari kayu, berbahan kayu ulin, dan juga berbagai bentuk dari besi, rak bertingkat, bundar dan segi tiga, kotak rangkap, ada juga berbentuk sepeda, angsa dan berbagai bentuk yang terbuat dari besi bulat.

Tak dinyana produksi rak bunga dari besi ini bukan hanya dari Banjarmasin, Banjarbaru atau Martapura, tetapi juga datang dari kabupaten lain di Kalsel, seperti usaha pembuatan rak bunga yang ada di Desa Barikin Kabupaten Hulu Sungai Tengah sekitar 190 Km dari Banjarmasin.

Sekali waktu jika ada perjalanan dari Banjarmasin ke Barabai atau dari Tabalong ke Banjarmasin, setelah melewati kota Barabai maka akan  ketemu desa Barikin dari sisi kiri dan kanan terlihat masyarakat yang jual berbagai bentuk Sapu Ijuk, sapu lidi, tabungan dari tanah liat. Diujung rangkaian penjual sapu tersebut maka akan ketemu satu usaha yang berbeda, terlihat pajangan berbagai  bentuk rak bunga dari besi bercat warna putih.  

Usaha kecil  di desa Barikin itu bernama Jubai Las SJ Production, sudah hampir 4 tahun mengerjakan pembuatan rak  kembang dari besi batu nesir ini. 

"Semula rak kembang hanya sambilan selain pesanan pagar dan teralis, tapi sekarang rak ini  yang utama,"nkata Juhai pemilik usaha las ini.

Demam bunga ini menjadi berkah bagi usaha pembuatan rak yang di lakoni bersama Jubai istrinya, betapa tidak, semula rata rata pesanan 100 unit perbulan sekarang bisa mencapai seratus unit lebih perminggu.

"Alhamdulillah pesanan berlipat di masa demam bunga  sekarang  ini," ujar Juhai.

Pesanan pun mengalir bukan hanya dari kota kabupaten terdekat  seperti Barabai, Tanjung , Amuntai dan Kandangan  tetapi juga pemesan datang dari Banjarmasin. 

"Ini pesanan dari Banjarmasin," ucap Juhai sambil menunjuk jejeran rak bunga berbagai bentuk dan ukuran dari yang  kecil hingga besar.

Soal harga tentu lebih murah dibanding jika membelinya di Banjarmasin atau Banjarbaru.

"Rak rangkap tiga ini kalau di Banjarmasin atau di Pal 7 Kertak hanyar, bisa mencapai Rp300 ribu sampai Rp350 ribu, disini cuma Rp180 ribu," kata Jamilah seorang pembeli dari Banjarmasin.

Menurut Juhai, harga rak produksi nya bervariasi, dari harga Rp50 ribu hingga Rp350 ribu, tergantung model, tinggi dan lebar rak yang di buat atau di pesan,  bahkan kalau membeli dalam jumlah banyak atau partaian maka harganya bisa lebih murah lagi.

Kreatifitas membuat rak bunga dengan berbagai bentuk, Juhai  belajar secara otodidak, berkeasi sendiri, selain itu juga melihat di tayangan internet dan berbagai unggahan di media sosial.  Beragam bentuk bisa juga datang dari  pemesan yang sudah menjadi langganan. 

"Ada yang  pesan, mereka bawa sendiri gambarnya  atau  desainnya, alhamdulilah kami bisa buatkan," tutur  Juhai.

Jejeran berbagai bentuk rak bunga produksi Jubai Las JC Production, membuat  usahanya makin moncer, rejekinya pun berlipat, ada tiga sampai lima orang pekerja  yang juga kecipratan rejeki dari demam bunga di masyarakat di masa pandemic covid 19, di tengah musibah masih ada berkah.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar