ULM Selenggarakan PTM Terbatas, Belum Ada Laporan Temuan Kasus Covid-19

Istimewa

KBRN, Banjarmasin: Lebih kurang satu bulan sudah, proses Perkuliahan Tatap Muka (PTM) di Universitas Lambung Mangkurat (ULM) diselenggarakan. Dalam perjalanannya PTM tersebut terus dilakukan pemantauan dan juga evaluasi, terlebih berkaitan pelaksanaan maupun penyebaran covid-19.

Diungkapkan Wakil Rektor I Bidang Akademik, (ULM), Prof Dr H Aminuddin Prahatama Putra bahwa hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan adanya laporan, dari Tim Satgas covid-19 ULM.

"Kami sudah ada Tim Satgas covid-19 ULM. Sementara ini belum ada laporan ke Rektor terkait kendala dan temuan yang perlu ditindaklanjuti," ucapnya.

Lebih lanjut, Prof Aminuddin menjelaskan, bahwa dalam pelaksanaan PTM, ULM lebih memprioritaskan kegiatan praktikum. Jumlah mahasiswa pun dibatasi sebanyak 50 persen, atau sebanyak 25 orang dalam satu ruangan.

Selain itu juga, PTM hanya dilaksanakan selama 50 menit per satu kali pertemuan. Hal tersebut dilakukan guna mendorong kompetensi mahasiswa yang tidak didapat selama belajar daring.

"Skill lab atau praktikum, karena ini memang sangat utama, sebab tidak mungkin didapatkan kalau pembelajaran dilaksanakan secara daring," ujarnya.

Pelaksanaan PTM terbatas ini sesuai dengan Intruksi yang tertulis dalam Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2021, tentang Penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka di Lingkungan Universitas Lambung Mangkurat.

Sebagai tindak lanjut dari Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2021, tentang Penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka Tahun Akademik 2021/2022.

Yang dikeluarkan oleh Kemendikbudristek melalui Ditjen Dikti Ristek, berkaitan dengan panduan untuk seluruh Perguruan Tinggi (PT), dalam melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

"Kebijakan ini juga kami buat dalam rangka mengakomodir kondisi belajar dengan isu learning loss," jelasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar