Program Acara Bapandiran Baisukan "Budaya Santri Banjar" Pro 4 RRI Banjarmasin

KBRN, Banjarmasin : Budaya adalah salah satu ciri khas yang membedakan antara suku yang satu dengan suku lainnya. Perbedaan kebiasaan yang sering mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari cukup menggambarkan bahwa Bangsa kita adalah Bangsa yang kaya akan Budaya atau keberagaman budaya.

Keberagaman budaya tersebut sebenarnya membawa banyak manfaat bagi suatu bangsa, yang mana kita sebagai makhluk sosial harus saling menghargai dan menghormati setiap budaya orang yang berbeda dengan budaya kita.

Dalam program acara “Bapandiran Baisukan” Pro 4 RRI Banjarmasin mengangkat tema budaya santri banjar bukan budaya kuno menghadirkan pembicara Dosen UPB UIN Antasari Banjarmasin Siti Mutmainah mengungkapkan salah satu perbedaan budaya yang paling mencolok didaerah kita adalah budaya pakaian sehari-hari yang biasa dikenakan oleh anak-anak, remaja bahkan dewasa.

Kota banjarmasin yang identik didalamnya dengan memiliki banyaknya santri (pelajar yang mempelajari ilmu agama). Santri itu sendiri dari cara berpakaian jelas jauh berbeda dengan pelajar umum lainnya. Tanpa mengesampingkan sekolah umum atau sekolah pesantren, keduanya sama baik yang membedakan adalah orang-orang yang ada didalamnya.

Pelajar umum yang biasa dikatakan lebih trend daripada Santri, namun tidak menutup kemungkinan bahwa santri pun jauh bisa dikatakan lebih trend dari pada pelajar umum. contohnya seperti kegiatan-kegiatan yang biasa dilaksanakan disekolah sebagaimana disekolah umum, santri pun juga mempelajari kegiatan yang serupa namun yang sedikit membedakan adalah pesantren nilai keislamannya lebih kental.

Kebiasaan cara berpakaian santri yang lebih mencolok yaitu lebih sering menggunakan pakaian muslim, bahkan untuk semua kegiatan mereka mungkin saja hanya menggunakan satu gaya berpakaian yaitu pakaian muslim/muslimah lengkap untuk semua acara atau kegiatan.

Hal tersebut bukanlah hal yang aneh atau kuno didaerah Banjar, namun masih saja menjadi bahan pembicaraan setiap pendatang yang kadang kurang mengerti dengan budaya kita. Memaklumi hal tersebut adalah sudah seharusnya bagi kita, namun tetap posisikan diri kita sebagai orang yang rendah hati jangan sampai sombong hanya karena pakaian yang dikenakan.

Kenalkan atau jelaskan kepada orang yang tidak tahu sedikit demi sedikit tentang kebiasaan baik kita yang mungkin jauh berbeda dengan kebiasaan orang diderah lain, Hal itu diharapkan bisa mendorong agar rasa saling menghargai dan saling menghormati tetap selalu terjaga didalam kehidupan sehari-hari meskipun kita berhadapan dengan orang yang berbeda suku dan budaya. (Elly Ermawati)

KBRN, Banjarmasin : Budaya adalah salah satu ciri khas yang membedakan antara suku yang satu dengan suku lainnya. Perbedaan kebiasaan yang sering mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari cukup menggambarkan bahwa Bangsa kita adalah Bangsa yang kaya akan Budaya atau keberagaman budaya.

Keberagaman budaya tersebut sebenarnya membawa banyak manfaat bagi suatu bangsa, yang mana kita sebagai makhluk sosial harus saling menghargai dan menghormati setiap budaya orang yang berbeda dengan budaya kita.

Dalam program acara “Bapandiran Baisukan” Pro 4 RRI Banjarmasin mengangkat tema budaya santri banjar bukan budaya kuno menghadirkan pembicara Dosen UPB UIN Antasari Banjarmasin Siti Mutmainah mengungkapkan salah satu perbedaan budaya yang paling mencolok didaerah kita adalah budaya pakaian sehari-hari yang biasa dikenakan oleh anak-anak, remaja bahkan dewasa.

Kota banjarmasin yang identik didalamnya dengan memiliki banyaknya santri (pelajar yang mempelajari ilmu agama). Santri itu sendiri dari cara berpakaian jelas jauh berbeda dengan pelajar umum lainnya. Tanpa mengesampingkan sekolah umum atau sekolah pesantren, keduanya sama baik yang membedakan adalah orang-orang yang ada didalamnya.

Pelajar umum yang biasa dikatakan lebih trend daripada Santri, namun tidak menutup kemungkinan bahwa santri pun jauh bisa dikatakan lebih trend dari pada pelajar umum. contohnya seperti kegiatan-kegiatan yang biasa dilaksanakan disekolah sebagaimana disekolah umum, santri pun juga mempelajari kegiatan yang serupa namun yang sedikit membedakan adalah pesantren nilai keislamannya lebih kental.

Kebiasaan cara berpakaian santri yang lebih mencolok yaitu lebih sering menggunakan pakaian muslim, bahkan untuk semua kegiatan mereka mungkin saja hanya menggunakan satu gaya berpakaian yaitu pakaian muslim/muslimah lengkap untuk semua acara atau kegiatan.

Hal tersebut bukanlah hal yang aneh atau kuno didaerah Banjar, namun masih saja menjadi bahan pembicaraan setiap pendatang yang kadang kurang mengerti dengan budaya kita. Memaklumi hal tersebut adalah sudah seharusnya bagi kita, namun tetap posisikan diri kita sebagai orang yang rendah hati jangan sampai sombong hanya karena pakaian yang dikenakan.

Kenalkan atau jelaskan kepada orang yang tidak tahu sedikit demi sedikit tentang kebiasaan baik kita yang mungkin jauh berbeda dengan kebiasaan orang diderah lain, Hal itu diharapkan bisa mendorong agar rasa saling menghargai dan saling menghormati tetap selalu terjaga didalam kehidupan sehari-hari meskipun kita berhadapan dengan orang yang berbeda suku dan budaya. (Elly Ermawati)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar