Manugal, Tradisi Menanam Padi Khas Suku Dayak

foto : istimewa

KBRN, Banjarmasin : Manugal merupakan sebuah tradisi menanam padi yang masih sering dilakukan oleh masyarakat adat Dayak. Meski sama-sama menanam padi, proses manugal berbeda dengan menanam padi pada umumnya karena padi yang ditanam merupakan bibit padi gunung dan hanya bisa tumbuh di lahan kering.

Tradisi ini bisa diikuti oleh seluruh kalangan masyarakat Dayak yang berada disekitar lokasi manugal. Untuk melakukannya, laki-laki bertugas untuk menugal (membuat lubang dengan kayu yang ditancapkan ke tanah), sementara perempuan tugasnya memasukkan benih padi ke lubang tugal.

Sebelum menaman, dilakukan ritual membakar dupa yang dibawa mengelilingi lahan sebanyak tiga kali sambil membaca mantra yang isinya permohonan kepada Tuhan agar hasil padi melimpah dan dapat dinikmati oleh seluruh anggota keluarga.Setelah menanam, selama proses pertumbuhannya dilakukan kembali ritual sebanyak 2 kali untuk mendoakan agar padi tumbuh subur.

Proses panen dilakukan setelah masa tanam sekitar 6 bulan. Pada saat panen ini biasanya satu kampung akan mengadakan aruh adat, yaitu pesta adat untuk mensyukuri berhasilnya panen padi.(JN)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar