Anemia Bisa Dicegah Dengan Peran Lintas Sektor

Orientasi pencegahan anemia pada anak usia sekolah dan remaja tingkat Provinsi Kalsel tahun 2022 di Banjarmasin

KBRN, Banjarmasin : Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Dinas Kesehatan Kalsel mengharapkan peran lintas sektor dalam pencegahan anemia dapat terus ditingkatkan. 

“Jadi pencegah anemia tidak bisa dilakukan hanya Dinas Kesehatan saja, namun harus lintas sektor seperti kementerian agama dan Dinas Pendidikan,” kata Kadinkes Kalsel, Diauddin saat membuka orientasi pencegahan anemia pada anak usia sekolah dan remaja tingkat Provinsi Kalsel tahun 2022 di Banjarmasin, (19/8/2022).

Menurutnya, pencegahan anemia dapat dilakukan dengan pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) bagi remaja putri di sekolah melalui guru UKS. Selain TTD, remaja putri juga harus diberikan makanan yang bergizi agar tidak gampang sakit.

“Dinas Kesehatan setiap tahun selalu memberikan TTD secara rutin kepada remaja putri baik tingkat SLTP maupun SLTA,” katanya.

Berdasarkan data pada tahun 2019, anemia remaja putri mencapai 42,45% dan setelah dilakukan intervensi dengan TTD mengalami penurunan menjadi 27,03%. 

Selain remaja putri, ibu hamil juga berisiko anemia. Anemia ibu hamil di Kalsel pada tahun 2021 sebesar 19,60%. 

“Pemerintah sudah melakukan program penanggulangan anemia pada ibu hamil dengan memberikan 90 tablet Zat Besi (Fe) selama periode kehamilan,” ucapnya.

Ia mengimbau agar remaja putri di sekolah  dapat mengkonsumsi secara rutin TTD. 

“Karena TTD dapat menekan terjadinya anemia yang akan menimbulkan gangguan terhadap penurunan prestasi anak, loyo, lesu dan lainnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat, Aguslinar Sinaga menambahkan tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan status gizi anak usia sekolah, remaja dan ibu hamil di Kalsel.

“Sedangkan tujuan khususnya menurunkan prevalensi anemia gizi remaja putri di Kalsel, serta meningkatkan kerja sama lintas program dan lintas sektor dalam pencegahan dan penanggulangan anemia gizi kepada remaja putri dan ibu hamil,” kata Aguslinar.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar