Nonton Bareng Film sejarah Banjar, Kakanwil Kemenkumham Kalsel Ajak Andikpas LPKA Martapura Belajar Memaknai Perjuangan

Kakanwil Kemenkumham Kalsel didampingi Kepala LPKA Kelas I Martapura, ajak Andikpas menyaksikan film sejarah Kerajaan Banjar yakni Perjuangan Pangeran Antasari di Aula Gedung Serbaguna LPKA Kelas I Martapura.

KBRN, Banjarmasin: Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Selatan, Lilik Sujandi didampingi Kepala LPKA Kelas I Martapura, Rudy Sarjono beserta jajaran ajak Anak Didik Pemasyarakatan (Andikpas) untuk menyaksikan film sejarah Kerajaan Banjar yakni Perjuangan Pangeran Antasari di Aula Gedung Serbaguna LPKA Kelas I Martapura. 

Kegiatan ini sebagai bentuk pembelajaran melalui media film yang diharapkan bisa menginspirasi dan memotivasi para Andikpas dalam memaknai sejarah perjuangan serta menanamkan semangat pantang menyerah dalam menghadapi masalah sebagai bentuk perjuangan pada diri masing-masing Andikpas. 

Dalam wawancara yang dilakukan, Kakanwil, Lilik Sujandi menyampaikan apresiasi dan pentingnya program nonton bersama yang dilesenggarakan oleh LPKA Martapura yang kali ini menayangkan suguhan film sejarah Kesultanan Banjar. 

"Saya kira acara ini menjadi penting untuk memberikan pembelajaran melalui media tontonan yang memberikan pendidikan bagi anak-anak di LPKA Kelas I Martapura selain itu yang paling penting juga film yang dipertontonkan bisa menggambarkan pendidikan suatu karakter kepada mereka dalam memberikan bekal mereka kedepannya," ujarnya. 

Lilik Sujandi juga menjelaskan melalui tayangan ini dapat menjadi sebuah media pendidikan bagi anak yang berhadapan dengan hukum melalui pemberian kesempatan menonton film yang mengandung pendidikan bagi mereka, sebuah kesempatan yang jarang bagi Andikpas di LPKA. Kebutuhan pendidikan sesuai dengan perkembangannya menuntut kreatifitas oleh para pengasuh atau pendidiknya.

Tentunya disamping memberikan hiburan, menonton bareng juga membangun suasana family support bagi anak agar sesuai dengan kebutuhan di usianya dan yang paling penting adalah membangun komitmen setiap anak dan pengasuh untuk menjaga etika moral sebagai pendidikan karakter bagi anak itu sendiri.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar