Seniman Jogja Pamerkan Lukisan di Banjarbaru

Istimewa

KBRN, Banjarmasin: Lukisan “Putar 2021” menarik perhatian pengunjung Pergelaran Seni Rupa Banjarbaru yang berlangsung di Kafe Siang Malam Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Lukisan-lukisan itu dipoles oleh seniman asal Yogyakarta, Munir. Dia menyebut lukisan itu beraliran ekspresionisme dan dibuat dengan suatu teknik yang masih asing di telinga masyarakat: brut art.

“Lukisan ini merupakan miniatur patung dari tugas kuliah. Awalnya hanya coretan pensil saja. Agar bisa dilihat dan dinikmati maka aku buat gambarnya lebih dipertegas lagi,” jelas Munir.

Menurut Munir, ekspresionisme adalah aliran seni rupa yang menganggap seni merupakan sesuatu yang keluar dari diri seniman, bukan dari peniruan alam.

Sementara teknik brut art memiliki karakter yang lebih merdeka dalam mengekspresikan kebebasan berkarya, sehingga melalui teknik itu, pelukis bisa menyampaikan kritik sosial dengan leluasa.

Teknik brut art, kata Munir, diciptakan oleh kelompok disabilitas. Munir mengakui teknik brut art masih asing di telinga masyarakat Indonesia. Bahkan, di kota Banjarmasin, teknik tersebut belum bisa diterima oleh masyarakat luas.

“Di Kota Banjarmasin belum bisa menerima karakteristik karya saya, sehingga bergeser ke Banjarbaru,” ujarnya.

Selain di Banjarbaru, kota lain yang welcome dengan karya lukisnya adalah Samarinda. Di sana, Munir akan kembali memamerkan karya lukisnya pada Desember 2021 dengan tema “Kekerasan Hak Asasi Manusia”.

Dalam proses kreatifnya, Munir sering membuat karya yang bersumber dari dirinya sendiri. Karena, menurutnya, seni adalah bentuk kemerdekaan berpikir dan berpendapat.

Karya lukis Munir berjudul Putar 2021 ini juga mendapat apresiasi dari sejumlah pihak. Wakil Wali Kota Banjarbaru Wartono, mengatakan lukisan Munir bisa diterima karena kondisi masyarakat Banjarbaru yang heterogen.

“Jadi lukisan itu ekspresi dari pelukis dengan menggambarkan patung pada saat purnama,” kata Wartono.

Sementara itu, anggota Dewan Kesenian Kota Banjarbaru HE Benyamin atau yang populer dengan sebutan Bang Ben mengakui ada beberapa hasil karya Munir yang belum bisa diterima masyarakat Kalsel.

Namun dia bersyukur, kota Banjarbaru sangat terbuka terhadap karya seni apapun alirannya.

“Dapat kita baca bahwa ekspresionisme ini keluar dari tanggapan pribadi Munir yang dimana kesan yang dia tanggap dapat dia tuangkan kedalam karyanya,” jelas Bang Ben.

Bang Ben menilai lukisan Putar 2021 keluar dari emosi pelukisnya yang kemudian tertuang dalam bentuk lukisan.

Tak hanya di Banjarbaru, karya lukis Munir juga sering mejeng di pameran lokal hingga internasional di Yogyakarta.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar