IMM Kalsel Dorong Perbaikan Stunting dan Perkawinan Dini

Istimewa

KBRN, Banjarmasin: Tak sekedar berorganisasi dan bergelut di lingkungan internal akademika semata. Lebih dari itu, peran mahasiswa juga dituntut bisa berkontribusi terhadap pembangunan bersama pemerintah.

Upaya tersebut mulai dirintis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kalimantan Selatan (Kalsel), mencoba hadir dalam mendorong program pembangunan pemerintah daerah, seperti masalah stunting di Kalsel yang berada di peringkat 10 nasional, perkawinan dini yan cukup tinggi, dan juga pembangunan infrastruktur jalan di provinsi ini.

Hal itu diungkapan Ketua Umum IMM Kalsel, Laili Masruri, usai beraudiensi bersama Wakil Ketua DPRD Kalsel, Muhammad Syaripuddin.

“Ada tiga poin penting yang kami sampaikan dan DPRD siap mendukung dan menfasilitasi langkah selanjutnya bersama instansi terkait,” ujar Laili.

Mahasiswa semester akhir Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyebutkan, IMM berupaya untuk menjadi bagian menanggulangi permasalahan tersebut.

Begitu pula terhadap masalah perkawinan dini, yang mana indeks pembangunan pemuda itu poinnya adalah perkawinan dini, yang angkanya di Kalsel cukup tinggi.

Sehingga IMM berupaya hadir sebagai pendekatan generasi muda agar dapat membantu menggulangi masalah tersebut.

“Harapan kami dengan Pendekatan sesama anak muda, mudah-mudahan IMM mampu memberikan kontribusi,” beber Laili.

Selain soal diatas, IMM juga menyampaikan hasil rekomendasi Musda ke IX di Marabahan, awal Desember 2021 lalu, dan rencana pelantikan kepengurusan pada Bulan Februari mendatang.

Wakil Ketua DPRD Kalsel, Muhammad Syarifuddin, mengapresiasi rombongan IMM yang merupakan pengurus baru sekaligus menyampaikan hasil rekomendasi hasil musda, yaitu terkait infrastruktur, soal stunting dan perkawinan dini yang mana ketiga poin merupakan penanganan program nasional.

“Saya selaku Ketua DPRD mengapresiasi langkah teman-teman, mereka melakukan satu kajian dan memberikan rekomendasi baik kepada legislatif maupun eksekutif,” kata,” Wakil Ketua DPRD yan akrab disapa Bang Dhin ini.

Mereka, lanjut Bang Dhin, akan melakukan audiensi menyampaikan hasil riset dan kajian kepada instansi teknis lainnya.

“Saya juga berharap agar organisasi lain juga bisa melakukan hal sama, sehingga segala permasalahan yang ada di Kalsel bisa diselesaikan secara berkolaborasi,” pungkas Bang Dhin.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar