Penjual Karangan Bunga di Surabaya Kebanjiran Orderan

KBRN, Surabaya: Angka kematian akibat Covid-19 terus bertambah, hingga akhirnya pemerintah mengeluarkan kebijakan perpanjangan Pembatasan Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat (PPKM) secara berkala.

Hal ini rupanya sangat membatasi lingkup kerja dari beberapa sektor usaha. Banyak UMKM yang perekonomiannya terganggu akibat adanya kebijakan tersebut. Namun, berbeda halnya dengan penjual karangan bunga.

Di tengah kondisi saat ini, toko karangan bunga di Surabaya justru mengalami peningkatan dari segi penjualan. Permintaan pembeli naik dua hingga tiga kali lipat dibandingkan dengan sebelumnya. 

Meski karangan bunga yang dijualnya beragam, kini yang paling ramai dibeli adalah papan duka cita. Untuk harga jualnya pun bermacam-macam berada pada kisaran Rp300.000 hingga Rp1.000.000 sesuai dengan pesanan.

Joni sang pemilik toko mengaku, sempat kewalahan akibat adanya peningkatan jumlah pesanan. Selama pandemi, ia bisa mendapatkan 7 sampai 10 pesanan tiap harinya. Walaupun sudah menambah kapasitas pegawai, akan tetapi proses pengerjaannya tetap belum maksimal.

“Kemarin sampai ambil orang freelance buat bantu kerjain pesanan pembeli,” ungkap Joni, Selasa (3/8/2021).

Selain itu, Joni juga menuturkan, mayoritas konsumennya masih berasal dari Kota Surabaya dan sekitarnya.Kendati tokonya sedang banjir orderan, Joni justru merasa sedih. Pasalnya sebagian besar pesanan yang dikerjakannya seputar ucapan belasungkawa.

“Meningkat sih meningkat ya mbak, tapi saya sedih juga gitu kalau kasusnya terus menerus begini,” imbuhnya. 

Disamping itu, toko bunga juga turut imbasnya. Lantaran papan duka cita juga memerlukan karangan bunga, sehingga angka penjualannya pun ikut mengalami peningkatan. (kik)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00