FOKUS: #VAKSIN COVID-19

Dikeluarkan dari Aglomerasi, Pemkab Tangerang Rapat Dadakan

KBRN, Kabupaten Tangerang: Dikeluarkan dari aglomerasi Jabodetabek akibat tidak mencapai target 70 persen vaksinasi Covid-19, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang langsung melakukan rapat dadakan. 

Salah satu hasil rapat yang dihadiri Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar,  organisasi perangkat daerah (OPD), Forkopimda serta 29 camat yang ada diwilayah Kabupaten Tangerang itu adalah menggenjot vaksinasi menjadi 1.000-1.500 dosis per hari di setiap kecamatan.

"Agenda pembahasan yang dilakukan tadi terkait dikeluarkannya Kabupaten Tangerang dari aglomereasi Jabodetabekakibat belum tercapai target dalam pelaksanaan vakainasi Covid-19," ungkap Zaki, Selasa (19/10/2021). 

Dengan adanya 1.000 hingga 1.500 di 29 kecamatan per hari, lanjutnya, Pemkab Tangerang menargetkan 29.000 dosis vaksin per hari. Hal itu guna mengejar penurunan status wilayah dalam penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM dari Level 3 menjadi Level 2. 

"Capaian vaksinasi memang belum 70 persen karena masih 56,4 persen. Jadi harus dijebut agar PPKM turun menjadi level 2," imbuhnya. 

Dalam kesempatan itu, Zaki mengaku, ada kendala di Kabupaten Tangerang hingga belum mencapai 70 persen vaksinasi, karena terbatasnya tenaga medis di Kabupaten Tangerang. 

Selain itu, masih menurut politisi Partai Golkar itu, wilayah yang sangat luas sehinga menyita waktu dalam memberikan penyuntikan vaksin baik dosis satu maupun dosis kedua. 

"Kemudian, stok dosis vaksin yang terbatas yang disuplai oleh pemerontah serta banyaknya data warga Kabupaten Tangerang yang sudah tervaksinasi tersedot oleh wilayah lain," tuturnya. 

Sebagai informasi, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengeluarkan Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Bogor dari wilayag Aglomirasi. 

Hal ini terjadi karena, capaian vaksinasi Kabupaten Bogor dan Kabupaten Tangerang masih menghambat penurunan status level PPKM Jabodetabek.

Foto: Istimewa

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00