FOKUS: #VAKSIN COVID-19

Ribuan ASN di Aceh Singkil Enggan Divaksin

KBRN, Singkil:  Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Aceh Singkil diketahui masih enggan untuk Vaksinasi Covid-19.   Padahal, sebagai pelayan publik selaku aparat Pemerintah menjadi contoh bagi masyarakat lainnya, dan mendukung program Pemerintah. 

Karena itu Pemerintah Daerah Aceh Singkil diminta memberikan sanksi tegas terhadap ASN yang enggan divaksin.

Cakupan vaksinasi Covid 19 untuk ASN atau Pelayan Publik masih belum mencapai target.  Sampai dengan pertengahan November 2021 dari target 9.908 orang capaian vaksinasi Pelayan publik  untuk dosis  pertama masih sebanyak 6.137 atau 61,9 persen, dan dosis kedua lebih minim, yaitu sebanyak 4.044 atau 40,8 persen. Diperkirakan masih ada sekitar 3.000 lebih ASN yang belum vaksin Dosis 1, dan sekitar 5.000 lebih yang belum vaksin Dosis 2.

Kepala Dinas Kesehatan Aceh Singkil, H. Subarsono, S.Km mengatakan harus ada tindak tegas dari Pimpinan Daerah terhadap ASN yang tidak mau menerima Vaksinasi Covid 19. 

“Surat yang dilayangkan sesuai turunan dari Presiden kemarin tentang sanksi-sanksi sudah turun.  Sekarang ketegasan dari Kabupaten melalui Sekdakab Kabupaten Aceh SIngkil.  Apa sih sanksi yang harus ditekankan secara keras, gitu,” tegasnya, Rabu (17/11/2021).

Menurut Subarsono, pencapaian cakupan vaksinasi ASN yang minim, karena masih banyak ASN yang percaya dengan berita tidak benar.

“Kendalanya ya itu tadi yang ada kaitannya hoax ini, vaksin itu tidak halal.  Kemudian mereka itu terlalu meresapi dengan berita hoax sehingga seolah-olah menjadi trauma bagi dia,” kata Subarsono.

Ditegaskan Subarsono,  Dinas Kesehatan sendiri  telah berupaya meningkatkan capaian vaksinasi Covid 19 bagi Aparatur Sipil Negara, dengan membuka layanan vaksinasi di Puskesmas-Puskesmas.  Serta membuka  Gerai Vaksin di Halaman Kantor Bupati Aceh Singkil.  Namun sangat disayangkan tingkat kehadiran ASN yang mau divaksin masih jauh dari harapan. (imr)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar