FOKUS: #TANGGAP BENCANA

Terdampak PMK, Pembayaran Cicilan Modal Peternak Diringankan

Usaha sapi perah di Ponorogo, Jawa Timur. (foto: Yusron Al-Fatah)

KBRN, Ponorogo:  Mewabahnya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) hewan ternak di  Ponorogo, Jawa Timur berdampak pada kelangsungan usaha peternak. Untuk itu, Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispertahankan) Ponorogo meminta perbankan memberikan keringanan pembayaran cicilan modal bagi para peternak.

 “Sapi perah atau susu kalaupun masih saat ini produksinya turun, padahal di sisi lain rata-rata mereka punya pinjaman di Bank,” kata Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispertahankan) Ponorogo Masun, Sabtu (4/6/2022).

Masun menyatakan, ketiga lembaga perbankan tersebut sudah sepakat dan menyetujui restrukturisasi kepada para peternak atau memberikan keringanan untuk pembayaran cicilan hutang, terutama bagi para peternak sapi perah.

“Dan kita sudah berkomunikasi dengan pimpinan tiga bank yakni, Bank Jatim, BRI dan BNI bahwa ketiganya sepakat melakukan restrukturisasi pinjaman bank kepada para peternak,” lanjutnya.

Menurut Masun langkah tersebut sudah sesuai dan berdasar pada SK Gubernur tentang penetapan bencana PMK.

“Jadi ini sudah menjadi bencana di Jawa Timur sehingga dengan itu langkah restrukturisasi ini bisa dilakukan,” papar Masun.

Restrukturisasi bukan penghapusan utang, tapi memberikan keringanan untuk membayar cicilan hutang. Jadi hutang debitur tetap masih ada.

Sehingga cicilan para peternak yang selama ini mengajukan pinjaman kepada pihak bank dalam rangka pengembangan usahanya tetap harus dibayar.

Namun diberikan keringanan berdasarkan penilaian dan kesepakatan bersama antara debitur dengan bank atau lembaga keuangan lain.

Untuk itu Masun menegaskan, Dinas Pertanian akan terjun bersama pihak bank terkait proses validasi dan verifikasi.

“Semuanya tergantung usulan debitur (peternak). Nanti tim perbankan akan turun melakukan verifikasi dan validasi tentunya bersama kami dinas pertanian,” tandas Masun.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar