INA: Pandemi Mengajarkan Menggali Potensi

Dok INA

KBRN, Jakarta: Pandemi Covid-19 dinilai telah mengajarkan semua untuk mengekspos hal-hal yang masih perlu diperkuat di Indonesia. 

“Pandemi telah mengekspos kelemahan-kelemahan kita, dan saya rasa justru ini bisa jadi kesempatan Indonesia untuk memperbaiki akar masalahnya juga memperkuat area-area tersebut dengan lebih terfokus, seperti di bidang infrastruktur kesehatan, digital economy, digital infrastructure, kemampuan SDM, dan sustainability,” jelas CEO Indonesia Investment Authority (INA) Ridha Wirakusumah dalam diskusi webinar digelar oleh Ikatan Alumni Harvard di Indonesia, seperti dikutip RRI.co.id, Jum'at (22/10/2021). 

Ridha mengatakan, INA terus menggali berbagai peluang kolaborasi dengan sejumlah investor baik investor dalam negeri maupun investor global untuk berinvestasi di Indonesia. 

Menurutnya, investor memiliki ketertarikan yang tinggi untuk berinvestasi di Indonesia apalagi Indonesia terus membenahi ekosistem investasi, kepastian regulasi, serta proses investasi yang jelas dan transparan. 

“Ketertarikan investor terus tinggi untuk berinvestasi di Indonesia karena kita punya begitu banyak potensi luar biasa. Tugas kita semua adalah untuk memastikan potensi itu dapat direalisasikan. Oleh karena itu, semua elemen pelaku usaha, pemerintah, dan stakeholder terkait harus bergerak bersama menuju satu tujuan,” tutup Ridha.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Arsjad Rasjid mengatakan, saat ini Indonesia sedang menghadapi dua perang sekaligus yaitu Pandemi COVID-19 dan Ekonomi. 

Untuk menghadapi kedua hal tersebut, KADIN percaya dengan kerjasama semua pihak, Indonesia diprediksi bisa menjadi negara dengan ekonomi ke-7 di dunia pada tahun 2030 dapat tercapai sebagai milestone dari visi Indonesia Emas 2045.

Ia menjelaskan, setidaknya ada lima cara untuk merealisasikan hal tersebut, yakni: 

1. Mendorong teknologi digital untuk meningkatkan sektor pertanian;

2. Mempercepat adopsi Industri 4.0; 

3.Membawa teknologi modern kepada pelaku UMKM; 

4. Memfokuskan program pelatihan pada kebutuhan masa depan dalam hal ini membangun rantai pasokan dan kekuatan logistik;

5. Mengeksekusinya secara konsisten.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00