Harga Minyak Curah Tinggi, Pembeli Beralih

Nurfiyanthi/RRI.CO.ID

KBRN, Jakarta: Tinnginya harga minyak yang tidak kunjung menurun kini membuat sebagian besar pedagang agen dan warung klontong di pasar Kramat Jati enggan menjual minyak curah.

Minyak curah yang dinilai tidak jauh beda dengan harga minyak kemasan, kini pembeli lebih berminat untuk membeli minyak kemasan, selain dari segi harga minyak kemasan di nilai lebih higienis.

“Iya harganya tidak jauh beda, mending minyak kemasan sekalian, lagi pula minyak kemasan lebih bersih karena tidak harus di buka dan di timbang dulu,” ucap salah satu pembeli kepada RRI.CO.ID pada (29/11/2021).

Minyak curah dinilai lebih memakan tenaga dan waktu untuk di jual, karena harus di timbang terlebih dahulu, lalu di kemas ulang. Selain itu minyak curah dinilai lebih rentan pecah, dan ikatannya pun juga terkena panas bisa putus.

Maka dari itu resiko rugi saat pedagang menyediakan minyak curah lebih tinggi, dan keuntungannya pun tidak lebih besar dari minyak kemasan. 

“Iya kalau jual minyak curah itu kita lebih makan tenaga buat nimbangnya, bungkusinnya lagi, karetin satu-satu. Belom lagi kalau minyak curah lebih gampang pecah, karetnya juga kalau kita pajang kena panas itu sering putus,” jelas ibu Sumayah pedagang agen sembako kepada RRI.CO.ID

Saat ini harga minyak curah terpantau masih di harga 20 ribu rupiah per-kg dan untuk minyak kemasan berada di harga 37 ribu rupiah per 2kg. Harga yang relatif tidak jauh berbeda ini membuat peminat minyak curah beralih ke minyak kemasan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar