FOKUS: #PPKM

Perusahaan Manfaatkan Potensi Ekonomi Digital Mempopulerkan Produknya

Dokumentasi - Potensi sangat besar ekonomi digital Indonesia turut dimanfaatkan banyak brand atau perusahaan untuk memperkenalkan sekaligus membuat terkenal merek-merek produk masing-masing hingga akhirnya dapat menyandang status sebagai Digital Popular Brand Tahun 2022. (Foto: Dok. TRAS N CO)

KBRN, Jakarta: Potensi sangat besar ekonomi digital Indonesia turut dimanfaatkan banyak brand atau perusahaan untuk memperkenalkan sekaligus membuat terkenal merek-merek produk masing-masing. 

Dengan persentase pengguna internet di Indonesia hampir mencapai 80% dari total populasi, “digital brand analyze” atau analisis brand secara digital, menjadi keniscayaan dalam meramu strategi komunikasi bisnis. 

Tanpa disadari, pandemi Covid-19 selama dua tahun telah mempercepat pertumbuhan ekonomi digital, didorong oleh peningkatan kegiatan ekonomi di ranah digital seperti belanja online dan pengiriman barang. 

Seperti diungkapkan oleh Presiden RI Joko Widodo saat meresmikan Sea Labs Indonesia, Selasa (1/3/2022), di Gedung Pacific Century Place, SCBD, Jakarta, bahwa potensi ekonomi digital Indonesia di tahun 2025 diperkirakan 146 miliar US Dollar dan kontribusi ekonomi digital Indonesia diproyeksikan naik delapan kali di tahun 2030, yaitu di angka Rp4.531 triliun. 

“Ini sebuah angka sangat besar sekali. Dan, seluruh sektor digital juga mengalami pertumbuhan dua digit di tahun 2021,” ungkap Kepala Negara kala itu seperti dikutip dari keterangan resmi setgab.go.id.

Adanya tren ekonomi di ranah digital juga telah menjadi fokus sejumlah kalangan, salah satunya TRAS N CO Indonesia, perusahaan consulting terpercaya, dengan fokus pada penelitian dan perkembangan brand di Indonesia. 

Sejak awal kehadirannya, tahun 2015 lalu, perusahaan consulting ini memang fokus terhadap industri digital, telah merekam beragam aktivitas brand dalam mencapai kepopuleran di ranah digital. 

Tri Raharjo, CEO TRAS N CO Indonesia mengatakan, semakin pesatnya perkembangan digitalisasi sekarang ini, mengharuskan brand-brand untuk dapat beradaptasi dengan cepat dan juga inovatif demi merebut hati masyarakat, karena mereka saat ini semakin akrab dengan digitalitasi dan internet. 

Kondisi tersebut menuntut brand untuk dapat menghadirkan strategi promosi tepat di ranah digital, dengan tujuan menjadi terkenal di ranah digital. 

“Tentunya brand dituntut untuk semakin kreatif lagi dalam membangun brand awareness mereka. Caranya, mereka dapat memperbanyak pemberitaan mengenai brand mereka di media, kemudian mereka juga harus membangun media sosial atau membuat official website. Sehingga brand tersebut akan semakin dikenal oleh masyarakat di ranah digital,” jelasnya melalui keterangan resmi kepada RRI.co.id di Jakarta, Jumat (25/3/2022).

Karena itu, TRAS N CO Indonesia bekerjasama dengan IMFocus DigiMarketing Consultant, dan INFOBRAND.ID, menghadirkan penghargaan Indonesia Digital Popular Brand Award, sebuah penghargaan terhadap brand-brand populer di kategori produknya di dunia digital. 

Dimana untuk menentukan peraih penghargaan, dilakukan penilaian Indonesia Digital Popular Brand Index menggunakan tiga kriteria penilaian yakni; Search Engine Based, Social Media Bases, dan Website Based. 

“Penilaian Indonesia Digital Popular Brand Index 2022 ini dilakukan pada bulan Desember 2021 – Februari 2022, terhadap 150 kategori produk dengan lebih dari 1.000 brand teriset,” paparnya menambahkan. 

Sementara itu, Susilowati Ningsih, CEO INFOBRAND.ID menambahkan, Indonesia Digital Popular Brand Award merupakan sebuah penghargaan bergengsi bagi brand-brand di Indonesia.

Terutama bagi brand sukses membangun popularitas serta meningkatkan aktifitas brand-nya melalui media digital atau internet, sehingga unggul dan populer dibanding dengan brand lain. 

Penghargaan ini juga merupakan suara netizen dalam mencari, membicarakan simbol popularitas dan kepercayaan dalam memilih merek atau produk di internet. 

Kedepannya, lanjut Susilowati, pengukuran popularitas brand secara digital ini akan semakin menguasai market dan akan memberi gambaran terhadap pemilik brand bahwa telah terjadi perubahan marketing komunikasi serta revolusi teknologi informasi berbasis internet menjadi keniscayaan dalam membangun brand. 

Adapun hasil data Indonesia Digital Popular Brand Index 2022, 15 kategori produk paling banyak diulas di halaman internet adalah: 

Marketplace (180,9 juta), SIM Card Prabayar (24,7 juta), Online Transportation (23,4 juta), Smartphone (17,6 juta), Laptop (17,4 juta), Low Cost Carrier (9,7 juta), TV LED (6,6 juta), Helm (5,7 juta), AC (4,9 juta), Home Theater (4,1 juta), Mesin Cuci (3,9 juta), Lipstik (3,6 juta), Bank (3,4 juta), Foundation (3,1 juta), dan Spring Bed (2,8 juta). 

Dan untuk 15 kategori produk paling banyak dicari rata-rata per bulan antara lain:

Marketplace (1,1 juta), Bank (554,1 ribu), Low Cost Carrier (449 ribu), SIM Card Prabayar (383,3 ribu), Helm (339,5 ribu), Toko Donut (317,1 ribu), Laptop (309,8 ribu), Multivitamin (281,1 ribu), Online Transportation (171,6 ribu), Obat Batuk (130,9 ribu), Obat Sakit Kepala (120,7 ribu), Obat Flu (105,2 ribu), Food Container (98,7 ribu), Micellar Water (98,4 ribu), dan Toner (98,2 ribu). 

Sementara untuk peraih Indonesia Digital Popular Brand Award 2022 Fase 1 antara lain:

Nusa untuk kategori Atap Fiber Cement, Nusaboard (Calcium Silicate Board), Citicon (Bata Ringan), Indosat (Simcard Prabayar), AICE (Es Krim), Softex (Pembalut Wanita), Richeese Nabati (Wafer), Avitex (Cat Tembok), Avian (Cat Kayu dan Besi), Fitbar (Snack Bar), Marcks (Face Powder), Salicyl (Bedak Gatal), Entrasol GOLD (Susu Bubuk Dewasa Berkalsium), Campina (Es Krim), Philips (Lampu Emergency & Saklar Listrik), AQUA Japan (Lemari Es), Vinilon (Pipa Air PVC), SHARP (Lemari Es, Ac, Mesin Cuci, Audio, Home Theater, Vacuum Cleaner), Oxone (Hand Blender), Bussan Auto Finance (LEASING MOBIL). 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar