KemenPPPA: Banyak Perempuan Korban PHK Akibat Pandemi

Pekerja perempuan memproduksi alat pelindung diri sebuah perusahaan garmen - Dokumentasi ANTARA FOTO/M. Risyal Hidayat

KBRN, Jakarta: Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA)  mencatat, banyak perempuan menjadi korban PHK (Pemutusan Hubungan Kerja), akibat dampak pandemi Covid-19.

Asisten Deputi Perlindungan Hak Perempuan dalam Rumah Tangga dan Rentan, KemenPPPA Valentina Ginting menjelaskan, hal sama juga terjadi di negara lain. 

"Bukan hanya berdampak ke ekonomi saja, tetapi resources yang lain, PHK bukan hanya kepada lelaki sebagai kepala keluarga tetapi juga perempuan sebagai kepala keluarga tunggal, apalagi perempuan sebagai pencari nafkah dan keluarga," ungkapnya saat berbincang dengan Pro3 RRI, Jumat (20/5/2022). 

Hal ini menurutnya, sangat merugikan kaum perempuan. Sebab mereka kesulitan mencari pekerjaan lain. Terlebih, tidak dapat dipungkiri ada persepsi di tengah masyarakat yang justru merugikan kaum perempuan. 

Padahal ditekankannya, saling berbagi peran antara perempuan dan laki-laki dalam rumah tangga merupakan hal positif. 

"Budaya itu nggak ada yang nggak baik, suami dan istri bekerja bareng, saling berbagi peran gitu," katanya. 

Sebelumnya, Menteri PPPA Bintang Puspayoga menyebut, perempuan yang bekerja juga menghadapi tantangan PHK L, baik di sektor formal, informal dan pekerja migran.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar