Triwulan I 2022, Ekspor RI ke Tiongkok Naik 32,32 Persen

Duta Besar RI untuk RRT dan Mongolia Djauhari Oratmangun saat berbicara pada China Cross Border E-commerce Trade Fair Di Beijing belum lama ini. (Foto: KBRI Beijing)

KBRN, Beijing: Nilai transaksi perdagangan diantara Indonesia dengan Tiongkok mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Berdasarkan data China Custom, total nilai perdagangan Indonesia dengan Tiongkok periode Triwulan I 2022 mencapai 32,76 miliar dolar AS.

Angka tersebut mengalami pertumbuhan sebesar 31,14 persen dibandingkan tahun sebelumnya dalam periode yang sama, yang mencapai 24,98 miliar dolar AS."Total nilai ekspor Indonesia ke Tiongkok periode ini, mencapai 16,28 miliar dolar AS, atau tumbuh sebesar 32,32 persen dibandingkan nilai total ekspor tahun sebelumnya dalam periode yang sama, yang mencapai 12,31 miliar dolar AS," bunyi keterangan resmi Kedutaan Besar RI di Beijing, Sabtu (28/5/2022).

Beberapa produk yang tercatat mengalami lonjakan ekspor secara signifikan dalam periode ini dibandingkan dengan nilai ekspor tahun 2021 dalam periode yang sama, antara lain:

Besi dan baja (HS 72) dengan nilai ekspor mencapai 4,41 miliar dolar AS, tumbuh 72,35 persen. Bijih logam, terak, dan abu (HS 26) dengan nilai ekspor mencapai 1,01 miliar dolar AS, meningkat 109,29 persen.

Aneka produk kimia (HS 38) dengan nilai ekspor mencapai 687,53 juta dolar AS, meningkat 65,17 persen. Nikel dan turunannya (HS 75) dengan nilai ekspor 501,64 juta dolar AS, meningkat 1.324.300,52 persen.

Bahan kimia organik (HS 29) dengan nilai ekspor 270,60 juta dolar AS, meningkat 107,37 persen. Timah dan turunannya (HS 80) dengan nilai ekspor 115,06 juta dolar AS, meningkat 283,61 persen. Bahan kimia anorganik (HS 28) dengan nilai ekspor 82,42 juta dolar AS, meningkat 78,40 persen.

Biji dan buah mengandung minyak (HS 12) dengan nilai ekspor 64,53 juta dolar AS, meningkat 67,27 persen. Logam tidak mulia lainnya (HS 81) dengan nilai ekspor 61,55 juta dolar AS, meningkat 154712,36 persen. Sabun, bahan aktif permukaan organik, preparat pembersih (HS 34) dengan nilai ekspor 37,78 juta dolar AS, meningkat 59,43 persen.

Serat stapel buatan (HS 55) dengan nilai ekspor 27,66 juta dolar AS, meningkat 69,31 persen. Aluminium dan turunannya (HS 76) dengan nilai ekspor 22,41 juta dolar AS, meningkat 69,66 persen.

Produk keramik (HS 69) dengan nilai ekspor 13,52 juta dolar AS, meningkat 71,97 persen. Bulu dan bulu halus unggas olahan; bunga tiruan; barang dari rambut manusia (HS 67) dengan nilai ekspor 3,94 juta dolar AS, meningkat 165,95 persen, serta serat tekstil nabati lainnya (HS 53) dengan nilai ekspor 2,38 juta dolar AS, meningkat 70,09 persen.

"Total nilai impor Indonesia dari Tiongkok periode ini mencapai 16,47 miliar dolar AS. Mengalami peningkatan sebesar 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya dalam periode yang sama, yang mencapai 12,67 miliar dolar AS," tulis keterangan itu.

Pada periode ini, Indonesia juga tercatat mengalami trade defisit dari Tiongkok sebesar 190,79 juta dolar AS. Namun demikian, nilai trade defisit ini terus mengalami penurunan.

Pada Triwulan I 2022, penurunan nilai defisit mencapai 47,99 persen dibandingkan dengan nilai trade defisit yang dialami Indonesia pada tahun 2021 dalam periode yang sama, sebesar 366,81 juta dolar AS.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar