Lambatnya Ekonomi AS Tak Pengaruhi Kinerja Ekspor RI

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto,

KBRN, Jakarta :  Menteri Kordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, kinerja ekspor Indonesia tidak akan terpengaruh meski perekonomian global mengalami perlambatan ekonomi, utamanya negara-negara utama tujuan ekspor Indonesia, seperti AS dan Tiongkok.

“Meskipun pertumbuhan ekonomi Cina relatif turun ke 0,4 namun demand dia untuk ekspor kita masih tetap tinggi . Karena Indonesia bagian dari supply chain mereka,” kata Menko Airlangga dalam keterangan pers, Jumat (5/8/2022).

Demikian pula dengan ekspor Indonesia ke AS. Ekonomi AS di kuartal II-2022 mengalami kontraksi ke 0,9 persen.  “Meskipun pertumbuhan AS turun, tapi kalau melihat PMI (Purchasing Manager Index) nya masih cukup tinggi. Jadi Amerika dalam tanda petik masih ada ekspansi di industri manufakturnya. Untuk ekpansi itu mereka juga butuh supplai chain,” ungkap Menko Airlangga,

Negara mitra dagang Indonesia lainnya, seperti India, Jepang dan Malaysia, pertumbuhan ekonominya juga dinilai masih bagus, sehingga ekspor Indonesia ke negara-negara tersebut diyakini tidak akan terganggu.

Menko Perekonomian juga mengatakan, bahwa nilai ekspor masih sangat ditentukan oleh kenaikan harga komoditas, dan harga komoditas di pasar global diperkirakan masih akan tinggi hingga akhir tahun ini.

“Kita melihat dengan adanya kenaikan harga komoditas yang tinggi nilai ekspor kita meningkat hampir dua kali lipat. Antara lain untuk ekspor batubara dan mineral lainnya, ekspor CPO meskipun sempat ada larangan , ekspornya masih cukup baik,” ujar Menko Airlangga.

Komoditas lainnya yang ekspornya juga mengalami kenaikan adalah ekspor besi dan baja, otomotif, alas kaki, pakaian, bahan kimia, dan tembaga.

Kenaikan harga-harga komoditas tersebut, yang diyakini Menko Airlangga  akan menopang kinerja ekspor Indonesia hingga akhir tahun 2022.   Di kuartal II-2022, ekspor barang dan jasa Indonesia memang menunjukkan kinerja yang tinggi sebesar 19,7 persen, meningkat dari 16,2 persen di triwulan I-2022.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar