Ilham Habibie: Indonesia Sudah Mulai Terapkan Ekonomi Hijau

Tokoh ekonomi hijau dan ekonomi biru di Indonesia Dr Ilham Akbar Habibie saat berbicara dalam sebuah acara/Istimewa

KBRN, Jakarta: Indonesia sudah mulai menerapkan ekonomi hijau. Demikian tokoh ekonomi hijau dan ekonomi biru di Indonesia Dr Ilham Akbar Habibie kepada Pro3 RRI, Kamis (18/8/2022).

Terkait itu, menurutnya, butuh komitmen kuat dari berbagai pihak, termasuk dari sektor swasta untuk menggunakan energi ramah lingkungan. Sebab, ekonomi hijau jangkauannya sangat luas.

"Kita harus komit dengan emisi karbon yang serendah mungkin, misalnya dengan penggunaan mobil listrik," katanya. "Selain dari itu, energi terbarukan juga kita kuatkan."

Indonesia menurutnya punya kekuatan besar untuk menjalankan ekonomi hijau. Misalkan sebagai negara yang berada di garis khatulistiwa, Indonesia punya potensi energi terbarukan dari tenaga surya.

"Kemudian kita juga punya geothermal (panas bumi, Red), juga biomassa (sumber energi alternatif dari bahan organik, Red)," ujarnya. "Ini adalah semua bentuk daripada energi terbarukan yang berkaitan dengan green economy (ekonomi hijau, Red)."

Ekonomi hijau, ditekankannya, telah menjadi perhatian negara-negara dunia, bukan hanya Indonesia. Sebab, hal itu berkaitan erat dengan isu perubahan iklim.

"Menurut saya, kalau tidak melakukan itu, maka kita akan menghadapi yang disebut dengan climate change, perubahan iklim," ucapnya. "Yang akan terjadi itu misalnya laut akan naik 1 sampai 2 meter, bahkan ada prediksi puluhan meter."

Sebagai negara kepulauan, Ilham menekankan, Indonesia sangat berkepentingan menjalankan ekonomi hijau. Sebab, jika tidak, bukan tidak mungkin ada pulau di Indonesia akan tenggelam dan hilang.

"Misalnya gunung es yang ada di Arktik dan Antartika meleleh itu akibatnya laut akan naik," katanya. "Kita negara dengan 17 ribu pulau, banyak pulau akan terancam posisinya, itu dihadapi dengan laut yang naik permukaannya".

Ujung-ujungnya, tambah Ilham, jika pulau-pulau tenggelam, masyarakat yang tinggal di sana pun akan terdampak. "Nelayan, orang-orang yang hidup di sana, mereka akan menghadapi ancaman bisa tenggelam karena kenaikan permukaan laut," ujarnya mengakhiri.

Presiden Joko Widodo di Sidang Tahunan MPR optimis, Indonesia mampu menjadi penghasil produk hijau kompetitif di pasar internasional. Sebab, Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar