KLHK: Sektor Kehutanan Punya Tiga Peluang Ekonomi Hijau

Ilustrasi Hutan Indonesia (ANTARAnews/ar)

KBRN, Jakarta: Ekonomi hijau dapat diterapkan di sektor kehutanan. Setidaknya ada tiga peluang yang dapat diterapkan di sektor tersebut.

Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Alue Dohong mengatakan, peluang pertama adalah penerapan manajemen hutan berkelanjutan. Penerapan manajemen ini dilakukan kepada pemegang konsesi hutan alam maupun hutan tanaman industri untuk hasil usaha mereka.

"Caranya adalah dengan mendorong adanya sertifikasi SVLK (Sistem Verifikasi dan Legalitas Kayu)," katanya kepada Pro3 RRI, Kamis (18/8/2022). "Kemudian menerapkan teknik Silvikultur Intensif (Silin)."

Silin merupakan strategi peningkatan hutan produksi yang memadukan tiga kegiatan. Yaitu pemuliaan pohon, manipulasi lingkungan, dan pengelolaan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT).

Kedua, tambahnya, penerapan kawasan konservasi hutan bernilai tinggi atau High conservation value forest (HCVF). "Munculnya kesadaran perlunya kawasan-kawasan konservasi bernilai tinggi dari sektor swasta," ujarnya.

Hal itu, lanjutnya, dilakukan karena HCVF merupakan upaya melindungi kawasan-kawasan bernilai tinggi. "Kemudian juga bagi para swasta yang melakukan praktek-praktek bisnis secara berkelanjutan atau bertanggung jawab," ucapnya.

Bukan hanya itu, tambahnya, peluang ketiga adalah Payment for Ecosystem Services atau imbal jasa lingkungan. Instrumen ini prinsipnya siapa yang memanfaatkan jasa lingkungan harus membayar untuk keberlanjutan penyediaan jasa lingkungan.

Presiden Joko Widodo di Sidang Tahunan MPR optimis, Indonesia mampu menjadi penghasil produk hijau kompetitif di pasar internasional. Sebab, Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar