FOKUS: #G20

Bali-Jakarta Dipastikan Jadi Lokasi Pertemuan G20

Tenaga Pengkaji Bidang Pelayanan dan Penerimaan Kepabeanan dan Cukai Kementerian Keuangan yang juga merupakan Sekretaris Pokja Logistik Presidensi G20 Indonesia, Rudy Rahmaddi, mengatakan, keputusan Pokja Logistik Presidensi G20 Indonesia sementara mengerucut pada Bali dan Jakarta, yang dipastikan akan menjadi lokasi penyelenggaraan pertemuan “Finance Track” secara fisik. (Foto:RetnoMandasari/RRI)

KBRN, Jakarta: Presidensi G20 Indonesia dirangkaikan dengan sekitar 150 pertemuan, baik secara daring maupun luring.

Kelompok Kerja (Pokja) Logistik Presidensi G20 saat ini telah menunjuk lima kota sebagai lokasi penyelenggaraan pertemuan “Finance Track” secara fisik, yaitu Bali, Jakarta, Solo, Yogyakarta dan Surabaya.

Tenaga Pengkaji Bidang Pelayanan dan Penerimaan Kepabeanan dan Cukai Kementerian Keuangan yang juga merupakan Sekretaris Pokja Logistik Presidensi G20 Indonesia, Rudy Rahmaddi, mengatakan, keputusan Pokja Logistik Presidensi G20 Indonesia sementara mengerucut pada Bali dan Jakarta, yang dipastikan akan menjadi lokasi penyelenggaraan pertemuan “Finance Track” secara luring.

“Dari tiga kota kenapa enggak masuk (seperti) dua kota?. Karena, yang tadi dengan level meeting untuk yang finance minister dan central bank governours dan deputy’s meeting itu, tempat meetingnya enggak ada yang representatif,” ungkap Rudy Rahmaddi dalam pengarahan pers, Jumat (28/01/2022), yang diikuti RRI.co.id di bilangan Jakarta Pusat.

Menurut Rudy, untuk menentukan satu kota sebagai lokasi pertemuan “Finance Track” merujuk pada delapan parameter, salah satunya adalah kapasitas pusat konvensi maupun hotel yang bisa menampung para peserta dengan jumlah besar namun tetap menerapkan protokol kesehatan ketat.

“Kalau finance (track) yang paling tinggi kan “Finance Ministers dan Central  Bank Governour’s Meeting”. Itu yang hadir kalau semuanya asumsinya delegasinya seluruhnya datang 20 negara G20, 10 organisasi internasional dan ditambah ada invite-invite yang diundang, itu bisa sampai sekitar 600 orang. 600 kecil pak, 600 taruh aja di Jakarta Convention Center. Iya, kalau dalam situasi normal ndak perlu distancing. Tapi, begitu kita ngomong dalam kondisi pandemi, kita running meeting dengan dengan syarat distancing dan itu kita diawasin oleh rekan-rekan dari Kementerian Kesehatan,” jelasnya.

Meski demikian, kota yang ditunjuk untuk menjadi lokasi pertemuan “Finance Track” bisa saja bertambah, merujuk pada kondisi kasus pandemi di Indonesia.

“Kami sudah siapkan skenario kalau nanti andaikan pandemi sudah selesai, tambah lagi empat menjadi sembilan kota. Lima itu yang jelas Bali, Jakarta, Jogja, Surabaya dan Solo,” kata Sekretaris Pokja Logistik Presidensi G20.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria menjamin terlaksananya salah satu kegiatan G20, yang dipindah dari Bali ke Jakarta.

Menurutnya, pelaksanaannya tak akan terganggu dengan berbagai persoalan yang tengah dihadapi oleh Jakarta.

Semisal, potensi banjir yang datang karena curah hujan meningkat di bulan Januari-Februari 2022.

Ia meyakini, hingga saat ini jajarannya masih mampu mengendalikan bila nantinya banjir datang.

"Kalau terkait banjir memang ada peningkatan di Januari Februari, tapi insyaallah banjir dapat kita tangani kita kendalikan tidak akan menganggu kegiatan G-20 yang direncanakan dipindah dari Bali ke Jakarta," tutur Riza di Balai Kota Jakarta, Selasa (25/1/2022).

Terkait penyebaran Omicron yang diprediksi mencapai puncaknya pada bulan Februari 2022 mendatang, Ia kembali yakin penanganan penyebaran virus ini masih juga terkendali di Ibu Kota.

Kementerian Keuangan membatalkan salah satu acara rangkaian kegiatan G20 Finance Track di Bali.

Hal ini dipengaruhi oleh varian Omicron yang berkembang pesat di Tanah Air.

Pembatalan tersebut tercantum dalam Surat Nomor S-3/G20.33/2022 yang bersifat sangat segera. 

Acara yang dibatalkan adalah penyelenggaraan 2nd FCBD dan 1st FMCBG, yang rencananya diadakan 15-18 Februari 2022 di Nusa Dua, Bali. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar