FOKUS: #G20

Pertemuan Kedua G20 ACWG Dimulai Selasa 5 Juli

Bendera-bendera Negara-negara G20. (Foto: ist)

KBRN, Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memulai pertemuan putaran kedua Anti-Corruption Working Group (ACWG) G20.

Diikuti 20 Delegasi Negara Anggota G20, kelompok partisipan, serta organisasi internasional yang fokus pada isu pemberantasan korupsi ini akan digelar 5 hingga 8 Juli 2022 di Bali.

Pertemuan berlangsung secara hybrid ini dihadiri secara langsung oleh sembilan Delegasi Negara Anggota G20. Negara tersebut yakni Australia, Brazil, India, Inggris, Jerman, Perancis, Saudi Arabia, Korea Selatan, termasuk Indonesia sebagai Presidensi. 

Kemudian sepuluh negara dan satu entitas mengkonfirmasi kehadirannya secara virtual yaitu Afrika Selatan, Amerika, Argentina, China, Italia, Jepang, Kanada, Meksiko, Rusia, Turki, serta Uni Eropa.

Pertemuan ini dipimpin oleh Chair Mochammad Hadiyana dan Rolliansyah Soemirat dan Co Chair Lavinia Gracik-Anczewska (Australia). 

Hadiyana menjelaskan keluaran yang diharapkan dalam ACWG G20 pada pembahasan setiap isunya.

Salah satu isu adalah ‘Peningkatan Peran Audit dalam Pemberantasan Korupsi’ akan menjadi High Level Principle (HLP); isu ‘Mitigasi Korupsi pada Sektor Energi Terbarukan’ menjadi background paper yang akan dibahas lebih lanjut pada presidensi berikutnya. 

"Serta dua isu lainnya yaitu ‘Partisipasi Publik dan Pendidikan Antikorupsi, serta isu ‘Kerangka Regulasi dan Supervisi Peran Profesi Hukum pada Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dari Tindak Pidana Korupsi’ akan menjadi rangkuman best practice atau compendium,” kata Hadiyana.

Hadiyana berharap, ACWG G20 menjadi kesempatan baik bagi Indonesia untuk berkontribusi menghasilkan dokumen keluaran dalam upaya perbaikan pemberantasan korupsi di dunia internasional. Sehingga capaian ini menjadi sejarah positif bagi Presidensi Indonesia pada G20.

Dalam kesempatan ini, Rolliansyah mengatakan, selain diikuti para delegasi negara anggota, juga oleh berbagai pihak lain yang fokus pada isu antikorupsi. 

“Untuk pengayaan pembahasan isu antikorupsi ACWG G20 juga mengundang engagement group B20, C20, L20, T20, dan P20 serta organisasi internasional seperti UNODC, OECD, IMF, The World Bank, FATF, Interpol, The Egmont Group, IsDB, IDLO, dan IACA,” ujar Rolliansyah.

Lebih lanjut, Rolliansyah menyebutkan, ACWG G20 sebagai ruang diskusi dan negosiasi Anggota G20 penting untuk menghasilkan norma-norma pemberantasan korupsi yang bisa diterapkan secara bersama-sama oleh negara Anggota G20. Sekaligus dapat pula diimplementasikan oleh negara-negara di dunia internasional lainnya.

Adapun pertemuan putaran kedua ACWG G20 ini meliputi beberapa agenda berikut:

Hari ke-1, 5 Juli 2022 Pertemuan membahas isu peningkatan peran audit dalam pemberantasan korupsi, serta partisipasi publik dan pendidikan antikorupsi.

Hari ke-2, 6 Juli 2022 Pertemuan membahas komitmen dukungan implementasi kelompok ACWG G20, penyusunan Compendium of Good Practices mengenai partisipasi publik dan pendidikan antikorupsi, diskusi bersama Engagement Groups (B20, C20, T20, L20 dan P20) terkait perkembangan alur kerja masing-masing kelompok dan pandangan tentang ACWG G20 Indonesia, lalu ditutup dengan pembahasan peningkatan peran audit dalam pemberantasan korupsi.

Hari ke-3, 7 Juli 2022

Pertemuan membahas tentang manajemen mitigasi risiko korupsi di sektor energi terbarukan, serta kerangka pengawasan regulasi dan supervisi pengaturan profesi hukum pada tindak pidana pencucian uang (TPPU) hasil dari tindak pidana korupsi.

Selain itu, akan disampaikan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan ACWG G20 Indonesia. Kemudian paparan dari  organisasi dan mitra internasional.

Hari ke-4, 8 Juli 2022

Pada hari terakhir, 20 delegasi negara G20 akan melakukan kunjungan ke Desa Antikorupsi – Desa Kutuh Pandawa. Dilanjutkan kunjungan ke Garuda Wisnu Kencana (GWK).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar