FOKUS: #PPKM MIKRO

Mobilitas Masyarakat Jakarta Naik, Opsi Ganjil-genap Dikaji

Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo Purnomo Yogo (Dok. Istimewa)

KBRN, Jakarta: Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mencatat, angka mobilitas masyarakat di Jakarta mengalami kenaikan dalam tiga hari terakhir. 

Kenaikan mobilitas itu terpantau dari arus kendaraan yang melewati Gerbang Tol Tomang, Cililitan dan Cawang.

"Ini yang menjadi prihatin kita karena bagaimanapun hubungannya dengan grafik penambahan Covid-19," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo dalam konferensi pers secara daring, Selasa (3/8/2021).

Menurut Sambodo, angka kenaikan mobilitas masyarakat saat masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) itu cukup signifikan. Bahkan terpantau hampir sama dengan angka kenaikan saat pemberlakuan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB). 

Menurut Sambodo, pihaknya akan melakukan antisipasi dengan mengkaji dua opsi mencegah kenaikan mobilitas masyarkat, yakni menerapkan pembatasam di titik keramaian dan penerapan ganjil genap. 

Penerapan ganjil genap sendiri, kata Sambodo, bukan untuk melakukan pengalihan dari pengguna kendaraan pribadi ke kendaraan umum. Namun, guna mencegah mobilitas warga yang meningkat.

"Konsekuensinya kalau ganjil genap, harus ada transportasi yang memadai," ujarnya. 

Namun begitu Sambodo mengakui, PPKM Darurat sangat menurunkan angka mobilitas masyarakat.

Dirincinya, penurunan mobilitas di pemberhentian transportasi umum dan ruang terbuka hijau paling menurun, yakni 5 persen. Kemudian, perkantoran turun 43 persen dan rekreasi 37 persen.

"Yang jadi kenaikan itu di pemukiman masyarakat," tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00