Nakes Diminta Kembalikan Insentif, Ini Klarifikasinya

dok Kementerian Kesehatan

KBRN, Jakara: Sekretaris Badan Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kementerian Kesehatan Trisa Wahyuni Putri memberikan klarifikasi terkait sejumlah tenaga kesehatan (nakes) yang harus mengembalikan pembayaran insentifnya. 

Menurut dia, hal itu karena, adanya temuan double transfer atau dua kali tranfer kepada sejumlah nakes di bulan yang sama. 

“Kami tegaskan lagi bahwa ini ditujukan kepada Nakes yang menerima dobel transfer. Artinya mendapatkan dobel pembayaran dan di bulan yang sama” kata dr. Trisa dalam konferensi pers secara virtual, Sabtu (23/10/2021). 

Ditegaskannya, pengembalian insentif tidak berlaku bagi semua nakes, tapi khusus bagi mereka yang menerima dobel transfer dari Kementerian Kesehatan.

Sehingga, lanjut Trisa, para nakes tidak perlu khawatir bahwa hak insentif tetap akan diproses dan dibayarkan sesuai dengan ketentuan yang ada, yakni dalam KMK nomor HK.01.07/MENKES/4239/2021 tentang Pemberian Insentif dan Santunan Kematian bagi Tenaga Kesehatan yang Menangani COVID-19.

Ia menekankan, pengembalian kelebihan pembayaran insentif tersebut berlaku bagi fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) yang anggarannya dikendalikan pemerintah pusat. 

"Jadi itu bukan bersangkut-paut dengan anggaran daerah. Jadi mohon ini bisa dicatat bahwa ini memang dalam rentang kendali kemenkes atau anggaran pusat," ujarnya.

Ketika ditanya mengenai berapa jumlah nakes yang mendapat double transfer, Trisa mengatakan pihaknya tidak mengetahui hal itu dan masih berkoordinasi dengan fasyankes seperti rumah sakit dan puskesmas terkait permasalahan tersebut. 

Sebelumnya, beredar kabar bahwa Badan Pemeriksa Keuangan RI menemukan adanya kelebihan pembayaran insentif nakes. 

Dikutip dari Tempo.co, Berdasarkan database usulan insentif tenaga kesehatan per tanggal 19 Agustus 2021, Harry menjelaskan, BPK menemukan kelebihan pembayaran nilai insentif yang dibayarkan kepada 8.961 nakes. Total kelebihan bayar ini senilai Rp 84.588.811.629.

Dari laporan tim auditor, dia melanjutkan, Badan Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan Kementerian Kesehatan telah melakukan konfirmasi kepada fasilitas kesehatan yang terkait.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00