Sekolah Tatap Muka Dilakukan 50 Persen

Ilustrasi (foto:istimewa)

KBRN, Jakarta: Pemerintah resmi menaikkan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali menjadi level 2, mulai hari ini Selasa 30 November 2021 hingga 13 Desember 2021.

Kebijakan ini tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 63 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3, Level 2 dan Level 1 Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali.

Tercatat ada 10 daerah di wilayah Jabodetabek yang mengalami penurunan status level dari sebelumnya. Hal tersebut terjadi akibat sejumlah daerah beriringan dengan kenaikan angka Rt atau tingkat penularan Covid-19.

Dalam aturan tersebut, diatur tentang pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di satuan pendidikan diperbolehkan melakukan pembelajaran tatap muka dengan ketentuan kapasitas 50 persen dari jumlah siswa yang ada di sekolah tersebut. 

"Pelaksanaan pembelajaran di satuan pendidikan dapat dilakukan melalui pembelajaran tatap muka terbatas dan/atau pembelajaran jarak jauh berdasarkan Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri Nomor 03/KB/202l, Nomor 384 Tahun 2021, Nomor HK.01.08/MENKES/4242/2021, Nomor 440-717 Tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19 dan bagi satuan pendidikan yang melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas dilaksanakan dengan kapasitas maksimal 50 persen," tulis aturan PPKM level 2, dikutip Kompas.com dari (Inmendagri) Nomor 63 Tahun 2021, Selasa (30/11/2021).

Namun, kapasitas dapat dikecualikan untuk sekolah setingkat SDLB, MILB, SMPLB, SMALB, dan MALB. Sekolah setingkat tersebut dapat melakukan tatap muka dengan maksimal 62 persen sampai dengan 100 persen dengan menjaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal 5 peserta didik per kelas. 

Sementara itu, untuk PAUD maksimal 33 persen dengan menjaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal 5 peserta didik per kelas.

Selain itu, untuk transportasi umum seperti halnya kendaraan umum, angkutan masal, taksi (konvensional dan online) dan kendaraan sewa/rental) diberlakukan dengan pengaturan kapasitas maksimal 100 persen.

"Dan 100 persen untuk pesawat terbang dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat," tambahnya. 

Persayaratan perjalanan domestik yang menggunakan mobil pribadi, sepeda motor dan transportasi umum jarak jauh yakni pesawat udara, bis, kapal laut, dan kereta api, disesuaikan dengan ketentuan yang diatur oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nasional.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar